KOTA CIMAHI – Jawa Barat, Senin (26/12/2022) – Pj Wali Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, S.Si., M.M., akhirnya berkenan hadir dalam acara Khitanan Massal Ketiga yang digelar oleh masyarakat di Kampung Baranang, Puri Cipageran Indah 1 Cimahi, Blok H6, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Dikdik hadir pada hari kedua yaitu Minggu, 25 Desember 2022.
Pada kesempatan tersebut orang nomor satu di Kota Cimahi ini menyatakan pihaknya menyambut baik Khitanan Massal bertema “Dengan Semangat Berbagi Kita Tingkatkan Kesalehan Sosial” yang diinisiasi oleh warga Puri Cipageran Indah 1 Cimahi, RW 24, Kelurahan Cipageran tersebut. Dikdik berharap kegiatan sosial semacam ini terus dilanjutkan dan menjadi contoh bagi daerah lainnya.
Kemudian Pj Wali Kota Cimahi menyempatkan diri berdialog dengan anak-anak dikhitan sambil bercengkerama dengan mereka. Selanjutnya Didik didaulat oleh warga untuk mengabadikan diri dengan berfoto bersama.
Ketua Panitia Acara Khitanan Massal Kampung Baranang, Didin Saefudin, S.T, M.T., yang berhasil diwawancarai awak media Pratama Media News mengatakan bahwa kegiatan Khitanan Massal ini seharusnya merupakan kegiatan Khitanan Massal kelima. Khitanan Massal kesatu sudah dilaksanakan pada 2018 dan Khitanan Massal kedua pada 2019 silam.
Namun, akibat terjadi pandemi yang melanda Indonesia selama dua tahun yaitu pada 2020 dan 2021 maka kegiatan tersebut tidak bisa dilaksanakan. Kegiatan Khitanan Massal baru kembali dilaksanakan pada 2022 ini setelah pandemi Covid-19 dinyatakan mulai mereda oleh pemerintah. Menurut Didin, kegiatan sosial ini direncanakan menjadi agenda rutin oleh warga Puri Cipageran Indah 1 Cimahi, RW 24, Kelurahan Cipageran.
“Ini direncanakan dengan warga akan terus berlanjut setiap tahun. Jadi program tahunan yang dilaksanakan setiap akhir Desember,” ujar Didin.
Didin juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, baik lembaga/perusahaan, pemerintahan/swasta, maupun perseorangan yang telah membantu panitia memberikan donasi untuk mensukseskan kegiatan Khitanan Massal tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih kepada para donatur Khitanan Massal Ketiga di RW 24 Kampung Barang ini. Semoga kami Allah SWT membalas amal kebaikannya dengan rezeki yang berlipat ganda,” ujar Didin dengan penuh rasa syukur.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua Panitia Acara Khitanan Massal Kampung Baranang, Kuswandi Permana mengatakan bahwa kegiatan yang mereka lakukan ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang bersumber dari budaya luhur bangsa Indonesia. Sifat gotong royong dalam kebaikan memang perlu dilestarikan agar bisa menumbuhkembangkan rasa kepedulian sosial sesama warga, seperti pepatah Sunda “saling asah, saling asih, dan saling asuh” yang bermakna saling mendidik, saling mencintai, dan saling membina.
“Selain mengembangkan kepekaan sosial dan peduli terhadap warga yang tidak mampu, kami juga ingin mengajak warga untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya, khususnya dalam bidang seni dan budaya. Oleh sebab itu kami juga menampilkan beragam seni dan budaya lokal seperti atraksi pencak silat, seni tari, kaulinan barudak dan lain-lain sehingga acara menjadi semakin meriah dan terhibur,” ungkap Kuswandi yang dikenal juga sebagai salah seorang tokoh budayawan Sunda.
Kuswandi menambahkan, kegiatan khitanan massal tersebut juga diisi dengan pesta makanan rakyat. Panitia menyajikan aneka makanan khas Sunda, seperti ubi rebus, jagung rebus, bandrek, bajigur, dan lain-lain. Selain makanan tradisional tersebut sangat menyehatkan, juga mampu menimbulkan kesan alami dan seperti kembali ke zaman dahulu.
Tokoh Sunda ini berharap kegiatan yang mereka lakukan ini bisa menjadi aset berharga bagi Pemerintah Kota Cimahi, khususnya Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora).
“Semoga bisa dijadikan agenda wisata tahunan Kota Cimahi yang bisa mendatangkan turis lokal, maupun turis dari manca negara,” pungkas Kuswandi.
Pelaksanaan Khitanan Massal Hari Pertama
Acara hari pertama yaitu pada 24 Desember 2022 diawali dengan acara SENAM PAGI bersama warga. Kebanyakan pesertanya didominasi oleh kaum wanita, yaitu para ibu-ibu dan remaja yang tinggal di sekitar Kompleks Puri Cipageran Indah 1 Cimahi, tepatnya di RW 24, Kelurahan Cipageran. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
“Pagi-pagi itu diawali dengan olahraga, senam pagi bersama warga. Kemudian ada juga atraksi pencak silat ‘Tajimalela’, permainan ketangkasan anak berupa permainan tempo dulu ‘kaulinan barudak’, dan lain-lain,” terang Didin.
Selain itu terdapat juga kegiatan lomba mewarnai untuk anak-anak. Lalu ada juga sesi foto bersama cosplay. Kali ini panitia sengaja mendatangkan cosplay Transformer yang menjadi idola anak-anak zaman now.
“Setelah selesai difoto, lalu anak-anak yang mau disunat dan orang tuanya itu diarak keliling RW naik delman, terus di belakangnya ada sisingaan sebanyak empat stel. Kegiatan ini terus berlangsung sampai menjelang magrib,” tambah Didin.
Jadi, pada hari pertama (Sabtu, 24/12/2022) semua anak-anak yang akan dikhitan tersebut digembirakan dulu dan mereka akan disunat pada keesokan harinya.
“Karena kalau mereka sudah disunat kan sakit. Oleh sebab itu digembirakan dulu, baru kemudian disunat,” ujar Didin sambil tersenyum sumringah.
Pelaksanaan Khitanan Massal Hari Kedua
Pelaksanaan acara Khitanan Massal Ketiga di RW 24, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara ini dilaksanakan pada Minggu, 25 Desember 2022 oleh Tim Medis dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cimahi. Secara teknis pelaksanaan khitanan berlangsung di ruang sekolah TK Ar-Rakhman.
Tim media yang akan melakukan operasi sunat atau khitan terdiri dari empat pasang yang terdiri dari empat dokter dan empat perawat.
“Kami juga menyediakan empat meja yang akan dipakai untuk mengkhitan anak-anak tersebut. Meja tersebut berasal dari Puskesmas Cimahi. Obat-obatan dan bahan habis pakai, kami yang sediakan,” ujar Didin.
Menurut Didin, jumlah peserta yang akan dikhitan kalau berdasarkan proposal adalah 30 orang. Namun, jumlah pendaftar yang riil ada 35 orang sehingga dengan pertimbangan tertentu akhirnya mereka semua boleh dikhitan.
“Setiap tahun targetnya selalu naik. Seperti tahun ini, semula target 30 orang, tapi akhirnya jadi 35 orang. Kalau pelaksanaan khitanan massal pada tahun sebelumnya yaitu 2018 targetnya 20 orang, tapi pelaksanaannya 23 orang, sedangkan pada 2019, tergetnya 25 orang, tapi pelaksanaannya 28 orang, jadi naik 3 orang,” jelas Didin dengan nada optimis.
Pelaksanaan khitanan berbarengan dengan acara seremonial berupa kata sambutan yang berlangsung di lapangan RW 24. Sambutan pertama dari Ketua Panitia, kemudian pejabat pemerintahan mulai dari ketua RW, Lurah, Camat, sampai Wali Kota. Setelah sambutan, dilanjutkan dengan pentas seni anak-anak, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).
Bada Magrib ada acara hapalan Al-Quran, sambil menunggu acara tausiah berupa Tablik Akbar yang menghadirkan pencemarah kondang Ustad Ramdan Juniarsyah bersama “Daway” atau singkatan dari “Dakwah & Wayang” sesuai dengan permintaan warga.
“Kalau ceramah biasa mah sudah sering. Oleh karena itu warga minta Daway karena materinya ringan, juga sambil menghibur,” ungkap Didin.
(Achmad $)
Editor : dhw_robhin