AKP SARDIKAN SE. SH DAN MUSPIKA DONOMULYO KUNJUNGI LOKASI BENCANA TANAH LONGSOR DAN BANJIR

462 0

Malang Gempur News Com. Curah hujan yang deras dan tinggi diwilayah Desa Kedungsalam Rabu (13/12/2017) sejak pukul 19.00 wib malam hingga pukul 02.00 wib siang mengakibatkan bencana tanah longsor dipemukiman dan banjir di wisata pantai Ngliyep, jembatan penghubung antara pantai Ngliyep dan pantai pasir panjang rusak dan dua perahu milik nelayan hanyut kelaut, satu perahu sudah bisa diketemukan dan satu perahu masih dalam pencarian. Selain itu curah hujan yang tinggi juga menyebabkan bencana longsor pada tanah pemukiman milik Bonawan alamat Dusun Ngliyep RT 67 RW 14 Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang dan tanah milik Paijan alamat Dusun Ngliyep RT 80 RW 17 Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Beruntung tidak ada korban jiwa namun kerugian materiel akibat bencana tersebut belum bisa diperkirakan.

Peristiwa bencana banjir dan tanah longsor ini memperoleh perhatian yang serius dari Muspika Kecamatan Donomulyo.AKP Sardikan SE. SH Kapolsek Donomulyo bersama-sama Marendra Hengki Irawan Camat Donomulyo, Serka Sunarto BATAUD Koramil Donomulyo, Aiptu Siswanto KA SPK Polsek Donomulyo, Aiptu Asari KANIT SABHARA Polsek Donomulyo, Bripka Murbito Bhabinkamtibmas Desa Kedungsalam, Pitoyo Kasi Tarntib Kecamatan Donomulyo, Misdi Kepala Desa Kedungsalam, Sodiq Kepala Dusun Krajan Desa Kedungsalam, Tim Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Malang dan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Kedungsalam, mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi, dan memberikan bantuan kepada korban benacana berupa bahan makanan kepada warga.

Mahendra Camat Donomulyo menghimbau kepada warga masyarakat agar segera menangulangi bencana tanah longsor dan banjir yang telah terjadi, dan mewaspadai bencana tanah longsor dan banjir didaerah – daerah yang rawan bencana pada saat curah hujan tinggi, serta menghimbau masyarakat untuk segera tanggap bencana dan mengamankan diri ke tempat yang aman.

Pada saat bersamaan AKP Sardikan menjelaskan ” Kami Muspika Donomulyo bersama warga dan Relawan Malang selatan bau membau dengan semangat gotong royong melihat situasi tanah tebing di belakang rumah yang longsor tertimpa material tanah dan batu, material longsor juga menimpa tempat ibadah yakni mushola sehingga tempat pengimaman jebol tidak tahan menerima beban berat dari atas , sehingga sementara belum bisa di gunakan , setelah kami berunding pembetulan plengsengan atau turap dari batu yang longsor belum bisa di perbaiki karena hujan masih turun di kawatirkan ada susulan longsor tambahan , sehingga tebing yg longsor di tutup dengan plastik tenda bila hujan deras tidak langsung ke longsoran , sehingga sambil menunggu cuaca terang rekan rekan relawan malang selatan yang di ketuai oleh Mujiono, yang baru ikut bantu di Pacitan tempo hari, siap membantu membetulkan tebing yang longsor”.

Sedangakan yang banjir yang berasal dari hutan lindung di kondang Ngliyep hujan semalaman mengakibatkan rusaknya jembatan penghubung pantai ngilyep ke pantai pasir panjang, sedangkankan di pantai Pasirpanjang dekat perkampungan Nelayan dua buah perahu untuk mencari ikan yang sudah diikat di patok terhampas banjir yaitu perahu milik Teguh dan Agus namun perahu milik bisa kembali ditemukan , sedangkan milik Teguh ketua paguyuban Nelayan masih dalam pencarian Dan sampai sekarang belum di temukan, tandas AKP Sardikan.

Anugrah dan bencana adalah kehendakNya , mari kita tabah dan berdoa memohon kepada Nya agar dihindarkan dari semua bencana, pungkasnya.

Reporter : Eko Gempur

Related Post