Gempur News – Indonesia – Propinsi Jawa-Timur – Kabupaten Banyuwangi. KABAR DESA. Setelah sekian lama menempati kantor, yang di anggap sudah sangat tidak layak untuk pelayanan bagi warga masyarakat, akhirnya H. Agus Iswanto Prihadi Kepala Desa dua periode memimpin, bertekad kuat mengajak segenap perangkat pemerintahan dan lembaga terkait untuk memindah kantor Desa lama dengan membangun kantor baru di tanah TKD (Tanah Kas Desa) yang pernah di tempati SDN 3 Lemahbangdewo.

 Kepala Desa mengatakan, Sebenarnya inisiatif ini sudah lama timbul, namun di karenakan tanah yang telah lama tidak di tempati SDN 3 sejak tahun 2000 ini masih di tempati SLB PGRI Rogojampi walau dalam setatus di pinjam.
Namun di rasa sangat sulit untuk memindah lembaga pendidikan SLB PGRI yang sudah lama menetap di Tanah yang merupakan TKD. Dengan alasan tidak siap untuk di pindahkan, hal ini yang menghambat bahkan sempat menghentikan program, papar kepala desa.
Masih Kades Di tahun 2017, termotivasi himbauan bupati Abdullah Azwar Anas untuk semua desa di kabupaten banyuwangi harus segera menuntaskan program Smart Kampung, di sinilah munculnya kembali tekad kuat kepala desa besarta staf, perangkat dan lembaga – lembaga di likup desa. menyadari pula betapa minimnya infrastruktur desa yang sangat tidak mungkin mendukung adanya program smart kampung.
Apalagi bila di bandingkan dengan seluruh desa di Kabupaten Banyuwangi, mungkin desa lemahbangdewo menjadi salah satu desa yang paling tertinggal dan sangat minim infrastruktur utamanya dalam bidang pelayanan, pendidikan maupun kesehatan, tambah Kades.
Menindak lanjuti hal itu H. Agus Iswanto Prihadi bersama segenap jajarannya bertekad kuat untuk memindah kantor desa yang lama dan membangunnya kembali dari awal. ” Memang bila bicara proses cukup rumit tapi berkat kerja sama yang baik antara lembaga terkait, mulai dari musyawarah tingkat dusun, tokoh masyarakat sampai ke lembaga – lembaga di likup desa akhirnya kami sepakati untuk mengajukan hal ini ke atas.
Namun terlebitdahulu kami juga musyawaroh dengan Kepala Sekolah SLB PGRI maupun Ketua Yayasan PGRI Kabupaten Banyuwangi, untuk memindah Lembaga Sekolah SLB PGRI Rogojampi ke bangunan kantor desa lama”. ujar kepala desa.
Kades menjelaskan bahwa mendapat kesepakatan dengan lembaga sekolah SLB PGRI, sempat mendapat dukungan penuh dari ibu camat rogojampi Nanik Machrufi, barulah kepala desa dan segenap jajarannya bergerak cepat dalam pembangunan kantor desa yang baru.
Semangat ini tertuang bersama ide – ide kreatif yang secara spontan muncul guna mempercantik tatanan, sehingga tidak sekedar menjadi sebuah kantor desa namun kembali pada istilah lamanya yaitu balai desa. di mana balai berarti luas, tidah hanya mengacu pada sebuah kantor yang hanya di peruntukkan kegiatan pemerintahan, namun lebih luas atau terbuka untuk umum, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dapat menjadi sarana hiburan atau berkumpulnya masyarakat. hal ini di maksudkan untuk mengubah pandangan mayarakat yang selama ini hanya meyakini kantor desa adalah tempat yang tertutup untuk umum, namun kini akan menjadi tempat yang terbuka, indah bahkan memiliki infrastruktur pelayanan yang optimal dengan nuansa hijau dan sejuk bahkan melek teknologi atau memberi kemudahan mengakses segala informasi.
Walau kini masih dalam proses pembangunan, kantor desa yang sudah di tempati beberapa bulan lalu ini sudah menuai banyak pujian dan akan terus berupaya untuk maksimal, hal ini guna mengejar ketertinggalan desa lemahbangdewo dari desa – desa yang lain.
Saat wawancara jurnalis bersama kepala desa Lemahbangdewo, tidak hanya mengacu pada infrastruktur kantor desa saja. namun meluas sampai keinfrastruktur jalan lingkungan seperti pavingisasi. juga pada tahun 2017 lalu sudah terlaksana 11 unit Bedah rumah. hal ini untuk meratakan pembangunan guna mengangkat kesenjangan sosial hingga menuju desa perekonomian maju dan sejajar. bahkan kepala desa juga menambahkan bahwa untuk desa Lemahbangdewo sendiri, untuk pavingisasi hampir semua titik sudah terlaksana dan untuk bedah rumah sendiri mungkin hanya menyisahkan sekitar 6 unit rumah yang rencananya akan di anggarkan di tahun 2018 ini. namun yang kini di keluhkan pemerintah desa. terkait kondisi jalan desa utamanya jalan aspal yang sangat buruk bahkan kerap kali menjadi faktor utama kecelakaan yang terjadi di desa. harapannya hal ini bisa menjadi perhatian Dinas PU untuk lebih memperhatikan kondisi jalan – jalan di desa. sehingga memudahkan akses prekonomian di desa. (*/seagate)
