Olahan Daun Kelor Warnai Sarasehan 1 Tahun Kepemimpinan Thoriq-Indah

405 0

 

LUMAJANG – Selasa, 24/9 ribuan masyarakat dari berbagai elemen memadati jalan alun-alun selatan, tepatnya di depan pendopo Arya Wiraraja Lumajang, untuk memperingati 1 tahun kepemimpinan Thoriqul Haq – Indah Amperawati sebagai bupati dan wakil bupati.

Uniknya, dalam peringatan tersebut, pemkab selaku penyelenggara mengumpulkan ratusan pedagang kaki lima untuk menyediakan beragam makanan dan minuman gratis bagi warga.

Selain itu, pemkab juga menampilkan makanan tradisional juga yakni olahan daun kelor, baik berupa sayur maupun yang diolah dengan nasi, sehingga nasi yang dihasilkan menjadi berwarna hijau.

Acara bertajuk Sarasehan 1 tahun kepemimpinan Cak Thoriq juga diisi hiburan musik yang dimainkan oleh musisi lokal.

Cak Thoriq, dalam sambutannya menyampaikan acara seperti ini penting digelar sebagai ajang untuk menjalin keharmonisan hubungan pemerintah dengan warganya.

Selain itu, masih menurut Cak Thoriq, acara ini digelar untuk menyerap berbagai masukan dari masyarakat. “Dengan demikian kita bisa tahu apa yang dibutuhkan masyarakat untuk membangun Lumajang menjadi lebih baik,” kata Cak Thoriq.

Masih menurut Cak Thoriq, tahun depan pemkab akan meningkatkan ratusan ribu hektar yang diperuntukkan untuk kemajuan sektor pertanian.

Cak Thoriq juga menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mendengar keluh kesah warga terkait pemerintahan yang dipimpinnya dalam sejak kepemimpinannya selama 1 tahun terakhir.

Melalui gelaran seperti ini, menurut Cak Thoriq, kami phaknya akan menerima berbagai masukan dari para masyarakat. Baik terkait pertanian, infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan.

“Semua masukan kami tampung, akan kita perjuangkan melalui jalur eksekutif sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi, Red) kami,” ujar Cak Thoriq.

Dalam orasinya Cak Thoriq juga menegaskan dirinya akan terus memantau pelayanan yang diberikan SKPD atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik secara langsung maupun melalui akun media social di fanpage lapor lumajang.

“Saya tegaskan, OPD harus menjadi pelayan masyarakat bvukan untuk dilayani. Makanya saya akan pantau terus kegiatannya,” ungkap Cak Thoriq dihadapan ribuan warga.

Pada sesi dialog bersama warga, salah seorang warga Pasirian, Bu Mimin mengajukan pertanyaan terkait nasib pasar tradisional yang semakin sepi akibat dari keberadaan toko modern yang berdiri disekitar pasar.

Terkait keluhan tersebut, Bupati menjelaskan, sejak dirinya dilantik menjadi Bupati pihaknya tidak pernah memberikan ijin baru pendirian toko modern. “Keberadaan toko modern yang ada sekarang merupakan hasil dari ijin yang dikeluarkan sebelum dirinya memimpin Lumajang.

Senada dengan Bupati, Wakil Buparti yang akrab dipanggil Bunda Indah juga menegaskan hal serupa. Untuk itu Bunda Indah berharap pedagang tradisional bisa memberikan pelayanan seperti toko modern yang ada.

“Setidaknya pedagang tradisional menata barang display dagangannya seperti yang dilakukakn toko modern. Bukan hanya itu, diusahakan cara melayani pembeli pun harus seperti yang dilakukan toko modern. Dengan demikian bisa diharapkan konsumen tidak merasa malas berbelanja di pedagang tradisional,” tutur Bunda.

Moh Sobiri, salah seorang warga Tompokersan saat ditemui Gempur News menyatakan kekagumannya pada Bupati Lumajang saat ini. Pasalnya, baru kali ini bupati Lumajang membuka komunikasi langsung dengan masyarakat yang nantinya sebagai bahan pertimbangan untuk membangun Lumajang.

Sementara itu, ketua RW 7, Kelurahan Tompokersan, Koko, mengungkapkan apresiasi yang tinggi pada Bupati Lumajang karena acara seperti ini belum pernah ada.

Melalui Gempur News, Koko berharap agar event seperti ini dijadikan agenda tahunan dan dikemas lebih menarik. (bam)

Related Post