Kembangkan Komoditas Perdagangan, NTT Export Rumput Laut ke Argentina

0
87

KUPANG — Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memecahkan Kendi sebagai Simbol pelepasan export perdana rumput laut asal Provinsi Nusa Tenggara Timur ke Argentina, di Pelabuhan Tenau Kupang, beberapa waktu lalu.

“Untuk pertamakalinya dalam sejarah perjalanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, kita langsung mengexport rumput laut ke luar negeri. Kita memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua yang terlibat dalam pekerjaan besar ini,” ungkap Gubernur NTT melalui Karo Humas Setda Provinsi NTT, Jelamu Ardu Marius di Kupang.

Dijelaskan, ada seorang hebat ditengah kita yang sudah bekerja luar biasa untuk export rumput laut yakni, J.I Lino atau Richard Joost Lino, Mantan Direktur Utama PT. Pelindo II.

“Kita berterimakasih kepada pihak Bea Cukai, Kepala Pusat Kepatutan dan Standarisasi BKPM dan semua pihak yang telah berkontribusi untuk semua proses pelaksanaan export perdana rumput laut ke Argentina,” ujarnya.

Nusa Tenggara Timur yang dikenal dengan stigma tertinggal dan miskin, sudah mulai bermain dilevel internasional, untuk menyiapkan sebagian dari kebutuhan bahan pangan dan bahan baku untuk industry di Negara lainnya.

Masyarakat NTT harus memiliki rasa percaya diri bahwa NTT juga bisa, dan pemerintah terus mendorong agar masyarakat tidak merasa rendah diri dan tidak mampu melakukan sesuatu.

“Kita mendorong semua kita untuk maju bersaing dengan Provinsi-Provinsi lainnya di Indonesia termasuk bersaing dilevel internasional. Provinsi ini harus menunjukan bahwa, tidak ada yang mustahil yang kita tidak bisa lakukan.  Semua itu bisa, dan kuncinya adalah kerja keras, mengembangkan potensi diri dan potensi yang dimiliki di Nusa Tenggara Timur,” pinta Gubernur NTT Viktor Laiskodat dihadapan masyarakat dan petani rumput laut di Kupang.

Selain rumput laut, sesuai rencana pada Oktober 2019, Pemerintah NTT akan mengexport daun kelor ke Negara Jepang, juga ikan tuna ke luar negeri.

“Semua ini bisa kita lakukan, asal kita mau bekerja keras, kerja disiplin, dan tidak menyerah pada nasib, seolah-olah kita tidak mampu apa-apa,” tegas Gubernur Viktor Laiskodat.

Disamping itu, Gubernur NTT juga bertekat mengembangkan garam secara besar-besaran di Nusa Tenggara Timur.

“Bulan Agustus lalu Bapak Presiden datang untuk panen garam perdana di Nunkurus, Kabupaten Kupang. Dan kita bertekad untuk tahun 2025, kita menyumbang 1,5 juta metric ton untuk kebutuhan garam nasional. Tahun ini kita mengimport 3,7 juta metric ton untuk kebutuhan garam nasional. Dan semua ini kita bisa lakukan, yang penting kita bekerja keras, bekerja disiplin, semua pasti bisa,” tuturnya.

Pihaknya berharap, Provinsi Nusa Tenggara Timur kedepannya menjadi daerah yang kompetitif, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan provinsi lainnya di Indonesia dan bahkan termasuk Negara-negera di dunia.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Region Bali, NTB, dan NTT Untung Basuki mengharapkan, agar export rumput laut ke Luar Negeri akan terus dilakukan, dan kedepan juga dikembangkan komoditas perdagangan lainnya dari NTT.

Sementara itu,   J.I Lino atau Richard Joost Lino, Mantan Direktur Utama PT. Pelindo II menuturkan, export rumput lain tersebut merupakan kali pertama langsung ke luar negeri, khususnya dari NTT ke Argentina. Export berikutnya k e Jerman dan Negara-negara Eropa lainnya dengan harga kisaran 8-10U$ dolar perkilogram. (**)