Berdayakan Perempuan Desa Hutan, Perhutani  dan Pemprov Jatim Fasilitasi Studi Banding Perhutanan Sosial di Lumajang

774 0

 

Perhutani Divisi Regional Jawa Timur bersama Biro Administrasi Sumber Daya Alam (SDA) Provinsi Jawa Timur memfasilitasi Kelompok Perempuan Desa Hutan (KPDH) se Jawa Timur  melakukan studi banding kegiatan Perhutanan Sosial ke Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Lestari Desa Burno Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang,  Selasa ( 12/11 ).

Menurut Kepala Divisi Regional Jawa Timur Oman Suherman, LMDH Wono Lestari termasuk salah satu lembaga yang berhasil melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dengan menggerakkan ekonomi masyarakatnya melalui perhutanan sosial dengan skema kemitraan kehutanan.

“Kegiatan ini merupakan konsep pembelajaran bagi KPDH untuk melakukan kegiatan ditempat lain agar mereka dapat meningkatkan kapasitas dalam peningkatan mutu, perluasan usaha dan perbaikan sistem nantinya”.

Sementara salah satu petugas dari Biro Administrati SDA Provinsi Jawa Timur Dwi Widjajaningsih yang ikut mendampingi peserta studi banding KPDH tersebut menyampaikan, bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pemberdayaan dan  partisipasi Perempuan sekitar hutan  dalam pembangunan bangsa dibidang kehutanan, khususnya di wilayah di Jawa Timur, katanya.

“Dalam studi banding tersebut ada empat kegiatan yang dikunjungi, yakni lokasi pengolahan kripik pisang, industri kripik talas, kerajinan batik dan peternakan susu sapi” imbuh Dwi.

Ketua LMDH Wono Lestari Edi Santodo saat menerima kunjungan tersebut mengatakan, bahwa implementsi Perhutanan sosial ini sebenarnya sudah lama dilakukan dalam wujud Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) yang bermitra dengan Perhutani dengan memanfaatkan kawasan hutan untuk kegiatan agroforestry dengan jenis tanaman pisang, talas, kopi, jagung, kacang dan lainnya.

“LMDH Wono Lestari memiliki keluasan Hutan Pangkuan Desa (HPD) seluas 940 ha  yang kegiatan perhutanan sosialnya melalui skema Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) yang hingga saat lahan tersebut sangat besar sekali perannya dalam mensejahterakan masyarakat desa Burno  dengan berbagai aktivitas usaha didalam kawan hutan” ungkap Edi.

Salah satu kegiatan untuk pemberdayaan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat kata Edi adalah produksi kripik talas. Menurutnya ia bermitra dengan  dari Lumajang yakni Siti Khoiriyah yang terkenal dengan sebutan  ratu talas.

“Keberhasilan usaha di bidang Industri kripik talas ini sangat tergantung  dengan pola kemitraan yang telah lama dirajut dengan  Perhutani dan LMDH yang sudah memiliki binaan petani hutan sebanyak 37 ribu orang tersebar di tujuh Kabupaten”, jelasny.

 

 

 

Related Post

Santri Manbaul Ulum Meriahkan HUT RI ke-77

Posted by - 17 August 2022 0
Malang, (17/08/2022) santri Pondok Pesantren Tahfidz Manbaul Ulum turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-77 dengan kegiatan…