Belum Seminggu di Sekolah, Sinau Bareng Dihentikan Sementara

0
7

LUMAJANG – Belum seminggu Pemkab Lumajang melaunching program “Sinau Bareng” , supaya anak-anak kembali sekolah, namun hari ini, Selasa (17/11/2020) pelaksanaannya sudah di evaluasi.

Hal itu sebagaimana surat Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Nomor : 420/6788/427.41/2020 perihal Evaluasi Pelaksanaan Program Sinau Bareng.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Agus Salim menyampaikan bahwa mengingat situasi dan kondisi Lumajang yang saat ini zona merah, untuk sementara pelaksanaan PSB ditunda.

“Mengingat situasi dan kondisi terkait Covid 19 di Lumajang masuk zona merah, maka Dispendik menunda sementara pelaksanaan sinau bareng mulai selasa 12 November 2020 sampai ada informasi lebih lanjut,” kata Agus.

“Pembelajaran tetap dilanjutkan secara daring. Untuk sementara waktu mulai besok seluruh sekolah di Kabupaten Lumajang kembali ke program daring,” imbuhnya saat ditanya media ini via telpon selulernya, Senin (16/11/2020).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melaunching program “Sinau Bareng” ini sebagai upaya untuk mempermudah akses pembelajaran siswa selama masa pandemi Covid-19, dengan mensyaratkan 25 persen murid dari jumlah kelas bergantian jam dalam setiap harinya.

Namun demikian, keberlangsungan progran Sinau Bareng ini mengikuti zonasi yang dikeluarkan oleh dinas Kesehatan. Jika kemudian ada klaster yang terindifikasi positif corona, maka akan dihentikan untuk sementara.

Dalam kaitan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr Bayu membenarkan adanya peningkatan yang terkonfirmasi Covid 19 di Kabupaten Lumajang.

“Ya, ada peningkatan yang terkonfirmasi Covid 19, suspek pasien disemua rumah sakit Lumajang sudah hampir penuh,” terangnya.

Sementara di tempat terpisah, Maria, salah seorang wali murid SMPN 03 Lumajang, mengaku kecewa dengan penundaan PSB ini. Namun demikian ia menyadari upaya Pemkab Lumajang harus menghadapi keadaan seperti ini.

“Tadinya saya senang anak anak sudah bisa sinau bareng di sekolahnya, tapi ya bagaimana lagi, kasus corona ini memang melelahkan ya. Saya cuma bisa berdo’a agar keadaan kembali normal dan anak anak bisa sekolah lagi seperti semula,” tutur dia. (bam)