PALANGKA RAYA Gempurnews.com – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah setiap tahunnya selalu mengucurkan dana sebesar Rp150 miliar, untuk mengentaskan masalah kemiskinan yang terjadi di wilayah setempat.
Kepala Dinsos Kalteng Suhaemi di Palangka Raya menyampaikan data yang ada sekitar 50 ribu warga Kalteng masuk kategori miskin, namun pada tahun 2019 sudah berkurang sekitar 2.000, sehingga sekarang menjadi 48 ribu warga miskin.
Suhemi menyampaikan, melalui penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Dinsos Kalteng mengklaim , pengentasan warga miskin dilakukan secara teliti dan hati-hati, sehingga tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut Suhemi menjelaskan, pihak Dinsos Kalteng juga menggelar Rapat Koordinasi Rekonsiliasi Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan yang melibatkan peserta PKH pada setiap kabupaten dan kota, dipusatkan di Palangka Raya bersama pihak perbankan selama tiga hari.
Terkait itu , Ia mengatakan rapat tersebut guna mengevaluasi kinerja petugas yang jumlahnya sekitar 317 orang. Kemudian menyamakan persepsi dengan pihak perbankan, bekerja sama menyalurkan bantuan langsung tunai kepada masyarakat miskin..
Suhaemi yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kalteng itu menyatakan, program PKH adalah program yang tepat sasaran.
Pada saat yang sama, Suhemi juga mengungkapkan bahwa program tersebut sangat signifikan mengentaskan persolan kemiskinan di provinsi yang memiliki luas dua kali pulau Jawa itu.
Demikian pula ia mengungkapkan, berdasarkan uji petik Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan bahwa program tersebut sangat kecil tingkat kesalahannya. Ia menambahkan program PHK setiap tahunnya terus di evaluasi.
Masih menurut Suhemi, dengan adanya rapat rekonsiliasi penyaluran bantuan PKH tersebut, tentunya ada kendala-kendala yang harus dicarikan solusinya. Misalnya pemberian bantuan tunai kepada masyarakat miskin yang tidak memiliki Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Terkait kendala yang ada, Suhemi menyatakan akan koordinasikan dengan pihak bank, guna mencarikan solusi terbaik. (R)


