SULSEL Gempurnews.com – Pria bernama Paruru Daeng Tau asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan mengaku nabi terakhir dan menyebarkan ajaran yang disebut sebagai cabang aliran Islam. Namun ia tak wajibkan pengikutnya ikuti rukun Islam. Atas pengakuannya itu, ia pun kini telah ditangkap aparat kepolisian.
Humas Polres Tana Toraja Aiptu Erwin mengatakan kepada awak media, Senin (2/12/2019), Paruru Daeng Tau menyebarkan ajaran yang menurutnya adalah Islam juga. Ajaran menyimpang dari Islam yang disebarkan pelaku, sangat berbeda dengan Islam. Masih kata Erwun, Ia mengajarkan pengikutnya dua kali salat dan tak wajib berpuasa di bulan Ramadhan.
Dalam kesempatan itu, Erwin juga mengungkapkan, pengikut ajaran Paruru Daeng Tau diketahui berjumlah beberapa kepala keluarga. Kepada para pengikutnya, pelaku mengaku sebagai nabi terakhir. Kasus ajaran sesat ini terungkap usai masyarakat setempat melaporkan Paruru Daeng Tau ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tana Toraja, Sulsel.
Terkait dengan itu, MUI Tana Toraja yang mendapatkan laporan dari warga melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenang) dan Polres Tana Toraja. Kemudian Polres Tana Toraja bergerak mengamankan Paruru Daeng Tau. Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Kejadian ini mendadak viral di media sosial, hebohkan warga setelah dirinya menjadi pimpinan Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP) di Dusun Mambura, Desa Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel. Setelah diselidiki ternyata orang tersebut dinilai hanya kurang memahami ayat Alquran dan materi tentang keislaman.
Saat dikonfirmasi wartawan, Paruru Daeng Tau membantah kalau dirinya telah mendeklarasikan diri sebagai rasul terakhir. Apalagi sampai disebut apa yang dia ajarkan ini bertentangan dengan rukun Islam.
“Saya tidak pernah melarang puasa, apalagi salat lima kali sehari,” kata Paruru kepada wartawan di Makodim 1414/Tana Toraja, Senin (2/12/2019) malam.
Sebelumnya, media sosial geger dengan adanya ajaran LPAAP yang dipimpin Paruru Daeng Tau yang punya sekitar 50 orang pengikut. Disebutkan juga, dalam ajaran tersebut anjuran shalat hanya dua kali sehari. Selain itu, dia mengubah aturan soal zakat, puasa dan ibadah haji.
“Saya bersumpah, saya tidak pernah mengatakan kalau saya ini nabi atau rasul,” ujar dia.
Sementara itu, Dandim Tana Toraja Letkol Zaenal Arifin mengatakan, pria yang viral karena sempat mengaku rasul terakhir ini sebetulnya hanya punya keinginan lebih belajar tentang Islam. Namun tidak memiliki pendamping atau pengajar yang tepat, sehingga menyalahartikan ajaran Islam.
Dia meminta, ke depannya Paruru Daeng Tau harus bisa mendekati ulama dan belajar banyak tentang esensi Islam. Jangan pernah mengartikan ayat-ayat Alquran secara sepotong-sepotong.
“Harus utuh bila ingin belajar Islam. Saya juga minta bapak Paruru untuk berdiskusi dengan ulama,” ujar dia. (red)


