Fraksi PSI DKI Jakarta Kembalikan Dana Reses Rp 752 Juta

0
93

 

Jakarta, 22 Desember 2019
Sebagaimana telah diketahui bersama, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mengembalikan dana resesnya sebesar RP 752 juta rupiah dan total Rp 2,44 miliar dana yang dialokasikan untuk kegiatan menyerap aspirasi warga selama masa reses.

Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad mengungkapkan bahwa pihaknya total menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,68 miliar selama masa reses berlangsung dan dari total dana yang dihabiskan itu, para legislator Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI jakarta telah menemui lebih dari 11.600 ribu warga di sejumlah wilayah

“Keluhan-keluhan yang disampaikan warga membuat kami semakin sadar betapa rakyat sangat membutuhkan kerja nyata anggota DPRD khususnya di DKI. Kami catat semua yang menjadi keluhan warga untuk kami perjuangkan di ruang rapat tiap Komisi di DPRD DKI,” ungkap Idris Ahmad.

Selama rangkaian reses (tanggal 04 November hingga 19 November 2019) delapan anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah menjelajah ke 102 titik lokasi di DKI Jakarta

Banyak keluhan warga yang diperoleh, mulai dari pelayanan birokrasi yang lambat, pelayanan BPJS kesehatan yang belum maksimal, hingga keluhan warga yang belum mendapatkan Kartu Jakarta Lansia (KJL), meski sudah didata.

Sekretariat DPRD DKI Jakarta menganggarkan Rp 305 juta bagi tiap anggota DPRD DKI Jakarta, dimana mekanisme turunnya dana anggaran reses tersebut ialah DPRD DKI Jakarta memberikan dana sekitar 80 persen (Rp 224 juta) di awal, kemudian sisa dana diberikan setelah anggota dewan menyerahkan laporan kegiatan reses nya

Dari total Rp. 2.441.085.840,- yang disiapkan untuk Idris Ahmad dan kawan-kawan, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta hanya menggunakan Rp 1,68 miliar, antara lain untuk biaya tenda, kursi, sound system, konsumsi, snack dan alat tulis.

“Sejak awal PSI sudah berkomitmen siap kerja dan siap diawasi. Begitu juga terkait dengan dana reses. Semua uang yang dianggarkan dari APBD kami pertanggungjawabkan. Jika ada sisa, kami kembalikan lagi ke APBD,” lanjut Idris Ahmad.

Idris Ahmad selanjutnya menjelaskan juga bahwa reses yang dilakukan beberapa waktu lalu tersebut terjadi bersamaan dengan pembahasan anggaran di DPRD DKI Jakarta, sehingga Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta harus menyeimbangkan waktu persiapan pembahasan anggaran dan waktu reses yang berjalan sekaligus

“Terus terang kami harus fokus menyiapkan bahan pembahasan anggaran. Kami tidak mau reses yang tidak maksimal dan akhirnya malah menghamburkan uang. Kalau ada titik reses yang sulit terlaksana karena berbenturan dengan agenda rapat, lebih baik tidak dilakukan dan dananya dikembalikan,” jelas Idris Ahmad dan menambahkan bahwa di tengah defisit APBD DKI Jakarta yang terjadi, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merasa perlu melakukan penghematan anggaran, dimana melihat banyak kegiatan rehabilitasi sekolah dan fasilitas olahraga, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta pun perlu untuk turut menghemat anggaran dan tidak menghabiskan dana reses yang disediakan

“Kita tahu target pendapatan tahun ini tidak tercapai. Tahun ini defisit dan berdampak ke proyeksi APBD tahun depan. Kami harap dana reses yang Fraksi PSI kembalikan bisa membantu agar uang APBD benar-benar bisa tepat sasaran untuk masyarakat,” tutup Idris Ahmad

Sebagai catatan, reses merupakan masa dimana para anggota DPRD DKI Jakarta melakukan kegiatan di luar gedung DPRD DKI Jakarta dengan mengunjungi daerah pemilihan mereka untuk menyerap aspirasi warga

Meski kegiatan reses telah selesai, Idris Ahmad menegaskan bahwa Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta tetap membuka ruang selebar-lebarnya bagi warga yang ingin mengadukan permasalahan mereka, dimana warga dapat langsung datang ke kantor Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta lantai 4, Jalan Kebon Sirih No. 18, Gambir, Jakarta Pusat

“Pengaduan masyarakat di Fraksi PSI DKI dibuka dari senin sampai jumat, mulai pukul 8 hingga pukul 10 pagi,” tutur Idris Ahmad. (Jen)