JAKARTA Gempurnews.com –Kementerian Pertanian (Kementan) mengundang para eksportir untuk membahas peluang pasar ekspor, dalam rangka mensukseskan program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks), khususnya hortikultura.
Mengingat produk hortikultura memiliki potensi besar untuk ekspor, maka program Gratieks ini dimaksudkan untuk membangun sektor pertanian dari hulu hingga hilir.
Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Prihasto Setyanto dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, dari sisi hulu pihaknya sedang mengembangkan kawasan-kawasan sentra produksi di beberapa wilayah di Indonesia untuk beberapa produk hortikultura unggulan. Sinergi dilakukan bersama para pelaku usaha, termasuk membahas permasalahan yang dihadapi.
“Secara garis besar, prioritas yang akan dikerjakan adalah membantu pelaku usaha mengatasi kendala yang dihadapi eksportir. Kendala tersebut berada pada tingkat hulu, tengah, hilir. Pada tingkat hulu, kontinuitas ketersediaan produk hortikultura dari petani menjadi kendala ekpsortir untuk memenuhi permintaan,” kata dia, Sabtu (17/0/2020).
Masih kurangnya keberadaan packing house di setiap kawasan sentra, kendala pengiriman produk melalui kargo pesawat juga menjadi masalah utama, maka dibutuhkan program dari hulu ke hilir yang terintergrasi.
“Masalah kargo pesawat akan ditindaklanjuti bersama dengan pemerintah untuk dapat disediakan pesawat kargo khusus untuk tujuan ekspor,” ungkapnya.
Untuk mempercepat penyelesaian permasalahan kargo, Kementan akan memfasilitasi pertemuan antara eksportir dengan PT Garuda Indonesia (Persero) mengenai kapasitas kargo hortikultura.
“Kami harap rapat koordinasi ini menjadi awalan untuk kesuksesan Gratieks hortikultura,” tambah Prihasto.. (**)






