Banyuwangi, Gempurnews.com- Perubahan iklim dan musim sangat berpengaruh terhadap lingkungan, yang banyak menimbulkan dampak, baik poitif maupun negatif.
Untuk menyikapi dan mengantisipasi terjadinya sebuah musibah atau bencana tentunya semua stakeholder harus berpartisipasi dalam mempersiapkan datangnya musim hujan.
Terutama melakukan pemangkasan kayu yang berdekatan dengan pemukiman, juga kayu naungan yang di tepi jalan.
Termasuk pembenahan saluran air, gorong gorong, drainase dan sudetan saluran air hujan, hal itu suatu keharusan yang menjadi pemikiran bersama unthk menghindari sebuah musibah di kala datang musim hujan.
Seperti yang terjadi saat ini 15 pebruari 2020, di jalan raya Jajag kecamatan Gambiran Banyuwangi, akibat luapan air hujan yang tidak bisa tertampung dan meluber ke jalan membuat kemacetan yang cukup panjang.
Beberapa warga di lokasi menyampaikan kepada Gempirnews, jika curah hujan yang intensitasnya tinggi menyebabkan luapan sungai/ selokan citarum tidak mampu menampung air, sehingga air meluber ke tengah jalan raya tersebut.
Tentunya ini sangat mengganggu pengguna jalan teesebut, terutama pengendara roda dua banyak kendaraannya yang mengalami kemacetan.
” Beberapa kendaraan roda dua banyak yang macet mas, karena knalpot dan mesin kemasukan air” ujar bobi warga setempat.
Beberapa pengendara yang terbiasa melalui jalan tersebut merasa kaget dengan kejadian banjir tersebut, di peroleh keterangan jika jalan tersebut tidak perah mengalami banjir seperti ini.
” saya merasa kaget di sini terjadi luapan air seperti ini mas, karena sebelumnya tidak pernah ada banjir sampai ke jalan raya” ujar fitri yang saat itu mengendarai sepeda motor sopy.
Sampai berita ini di turunkan pihak PU atau yang berkompeten dalam hal ini belum bisa di konfirmasi. (rely/aris)
