
Sidoarjo, Gempurnews.com– Kasus hilangnya siswi SMK secara misterius akhirnya menemui titik terang. Siswi SMK itu diketahui bernama Putri Dewi Atika warga asal Wadungasih, Buduran, Sidoarjo.
Ia dikabarkan hilang setelah mengikuti kegiatan magang. Keluarga melapor hilangnya Putri pada akhir Januari lalu.
Selama satu bulan lamanya, gadis kelahiran tahun 2002 itu tidak diketahui keberadaannya.
Aparat kepolisian setempat pun melakukan pencarian setelah mendapat laporan.
Kini kasus hilangnya siswi SMK itu pun menemui titik terang. Korban dikabarkan tewas dibunuh dan jasadnya dimasukkan di dalam karung.
Pelaku juga membuang jasad siswi cantik ini ke aliran sungai di Sidoarjo. Setelah mendapat petunjuk, Tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian pun mencari tubuh korban yang terbungkus karung di aliran sungai.
Petugas SAR gabungan saat terjun ke sungai melakukan penyisiran untuk mencari mayat siswi SMK yang diduga menjadi korban pembunuhan, Kamis, 12 maret 2020.
Jasad siswi SMK cantik ini diduga sudah hancur dan tinggal tulangnya saja. Sebab, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada 30 Januari lalu. Sudah sebulan lebih.
Namun ada potensi bisa ditemukan karena korban dimasukkan ke dalam karung plastik oleh pelaku.
Diduga dia dibunuh, lalu dimasukkan ke karung dan dibuang di sungai. Sementara sepeda motornya dibawa kabur pelaku.
“Mungkin jenazahnya sudah tidak utuh, tapi karena dalam glangsing (karung plastik) jadi berpotensi bisa ditemukan,” ungkap seorang petugas Polresta Sidoarjo di sela melakukan penyisiran sungai Rabu, 11 maret 2020.
Setidaknya, jika glangsing atau karung plastik itu ketemu, bakal ada bukti seperti jam tangan, pakaian, atau tulang-tulang korban. Jika memang jenazahnya sudah tidak utuh.
Tim Basarnas, BPBD dan Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan penyisiran sungai Siwalanpanji Buduran, mencari jasad PDA (18), gadis cantik yang dibunuh oleh MBTP di depan pintu gerbang perumahan Permata Siwalan Indah Siwalanpanji Buduran.
Dalam penyisiran secara manual atau mencebur ke sungai itu, petugas menemukan beberapa barang, seperti karung pupuk isi 50 kilogram, dalam karung ada seperti tulang, ditemukan juga baju wanita, tangtop, celana dalam, kerudung dan lainnya.
Barang-barang tersebut ditemukan oleh tim penyisir dari jarak sekitar 500 meter dari tempat diakui MBTP membuang jasad anak pasangan Gunawan Sutikno dan Nuslahat warga Wadungasih RT 02 RW 01 Buduran.
“Tadi kita temukan sejumlah barang dan kami simpan secara sembunyi untuk menghindari kerumunan warga untuk melihat secara dekat,” kata salah satu anggota tim pencarian, Senin, 16 maret 2020.
Dia menyebutkan barang-barang yang ditemukan itu diyakini oleh tim pencarian sebagai petunjuk dalam kasus ini. “Tim penyisir sungai menemukan karung dan seperti ada tulang. Tapi belum diketahui tulang apa dalam karung tersebut,” tukasnya.
Selain karung, lanjut dia, tim penyisir yang berjibun dalam lumpur sungai, juga menemukan seperti pakaian yang biasa dipakai oleh kaum perempuan. Tadi ada celana dalam, baju, tangtop, kerudung dan lainnya.
“Semua temuan itu kita kumpulkan dan akan kami serahkan kepada pihak yang berwenang,” jelasnya.
Dalam penyisiran, petugas juga didampingi pihak keluarga korban dari atas tangkis sungai untuk berkomunikasi apa saja yang dipakai oleh korban saat terakhir tidak pulang ke rumah.
Sampai kini, petugas gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang sungai untuk mencari jasag gadis cantik yang masih menempuh pendidikan di SMK Plus NU Sidoarjo tersebut.(yul)






