LUMAJANG — Puluhan warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang Jawa Timur mendatangi kantor Dinas Sosial setempat, Senin (11/5/2020), guna mempertanyakan realisasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang hingga saat ini tak kunjung diterima.
Warga mengaku tidak menerima bantuan selama kurang lebih 8 bulan. Sementara kartu BPNT sudah diambil oleh oknum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Gucialit, inisial ‘SW’.
“Hari ini kami kesini untuk menanyakan bantuan BPNT. Karena menurut oknum yang berinisial ‘SW’ bahwa bantuan kita sudah hangus, sementara kartunya sudah diambil oleh ‘SW’. Tidak hanya itu, kami juga diminta uang 5.000 yang katanya untuk membeli solar mobilnya,” jelasnya.
Sementara, Kasi Penanganan dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, Nira Fitri Aviana, S.Sos, menyayangkan jika ada oknum yang dengan sengaja mengambil kartu BPNT dari warga. Dia menjelaskan, kartu BPNT harus dipegang oleh penerima.
“Mereka yang datang kemari memang sudah benar terdata di daftar penerima BPNT. Saya sudah koordinasi dengan pimpinan untuk memanggil oknum tersebut untuk mengklarifikasi kebenarannya supaya tidak sepihak,” selorohnya.
Sementara di tempat terpisah, SW mengaku mengambil kartu BPNT dan menjelaskan bahwa pengambilan kartu dikarenakan bermasalah saldonya kosong mulai September 2019 dan membenarkan terkait penarikan 5.000 untuk BBM mobilnya.
“Saya ambil karena memang saldonya kosong dan pada bulan Desember 2019 sudah saya laporkan. Sedangkan uang 5.000 itu saya tarik untuk biaya door to door ke rumah warga dalam proses pengantaran bantuan tersebut. Karena jika warga mengambil sendiri di E-Warung biayanya bisa 30.000 dan itu sudah kesepakatan,” ungkap ‘SW’, oknum TKSK.
‘SW’ menambahkan, pihaknya sudah melaporkan perihal ini sudah hampir 5 bulan yang lalu. Namun, hingga adanya protes dari warga, Dinsos Lumajang belum ada tindak lanjutnya. Sehingga pihaknya menduga Dinsos lamban dalan menangani laporan tersebut. (**/red)
