BANYUWANGI– Penerima Bantuan Langsung Tunai- Dana Desa(BLT-DD), desa Sembulung merasa resah, hal ini disebabkan uang bantuan yang mereka terima ternyata di potong oleh oknum Kepala Desanya sendiri,
bantuan tersebut buat warga yang terdampak covid 19.
Warga merasa di permainkan oleh pihak kepala desa
yang memotong bantuan covid ,
dan tidak disitu saja
istri kepala desa tersebut juga ikut memotong uang bantuan tersebut dengan dalih akan dibuat membelikan baju untuk anak nya .
Bantuan tunai BLT ini di potong/ disunat oleh oknum kepala desa Sembulung sebanyak 150 per warga yang mendapatkan bantuan tunai BLT sebesar 600 ribu.
Kepala desa Suprayitno meminta kepada warganya yang mendapatkan uang bantuannya di potong 150ribu untuk di kasihkan kepada tiga stafnya yang bekerja siang malam untuk penginputan data kepada warganya yang mendapatkan bantuan tunai BLT.
Dan tidak disitu saja,
pemotongan uang BLT yang di lakukan oleh oknum kepala desa ini ternyata juga di lakukan oleh sang istri kepala desa, yang juga memotong ke beberapa warganya yang mendapatkan bantuan BLT,
pemotongan uang bantuan bervariasi ada yang 200 ribu dan 250 ribu hingga 300ribu, dengan alasan mau buat beli baju anaknya karena suaminya belum mendapatkan gaji selama menjabat kepala desa.
Suwati (40) tahun warga Rt 1 Rw 1 Dusun Tanjungrejo Desa Sembulung
didatangi langsung oleh istri kepala desa yang meminta uang bantuan BLT untuk di bagi dua,
tetapi karena sisa uang bantuan tinggal 200 ribu, ahkirnya dikasihkan kepada istri kepala desa tersebut.
Hal yang sama juga
dialami oleh ngawitiningsih (43) tahun, bantuan tunai 600 ribu juga di minta 250 ribu dengan alasan mau di kasihkan kepada orang tuanya karena selama ini belum pernah dapat dana bantuan dari desa, sampai berita ini di tayangkan kepala desa Smbulung Supriyanto belum berhasil di hubungi.(Aris).

