Forpimka Randuagung, Peduli dhuafa

466 0

LUMAJANG — Perhatian dan kepedulian yang dilakukan Forpimka Randuagung Lumajang terhadap warga yang kurang mampu terus di lakukan, terutama warga yang perlu perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehati hari.

Nafi’ah, warga RT 03 RW 07 Dusun Stasiun Desa Buwek ini mendapat perhatian khusus, yang sebelumnya rumah tempat tinggalnya yang sudah tidak layak huni diperbaiki, sehingga sekarang dalam kondisi yang cukup bersih dan layak, kini giliran Forpimka menggelontorkan bantuan untuk menopang kehidupannya dengan memberikan bantuan berupa sembako.

Camat Randuagung, Kutum Hadi Kasiyan, SH, Danramil KAPTEN KAV. Hari Supiyanto, S AP, beserta Kapolsek AKP Setyo Budi turun langsung ke rumah Nafi’ah untuk menyerahkan bantuan sembako.

Dalam pelaksanaan tersebut terjadi dialog yang penuh kekeluargan dan, dan dapat apresiasi dari warga yang saat itu berada di lokasi, dengan kebersamaan yang terjalin dengan baik forpimka Randuagung ini, tentunya akan berpengaruh positif terhadap hubungan aparat dengan warga, sehingga akan mempermudah kordinasi sekaligus dalam menyampaikan program program pemerintah.

Danramil Randuagung, Kapten Kav. Hari Supiyanto, S AP, ketika di temui di lokasi kegiatan bakti sosial penyerahan bantuan sembako mengatakan jika apa yang dilakukan bersama forpimka tersebut menjadi salah satu tugas yang harus di embannya, mengingat keselamatan, keamanan juga pemenuhan kebutuhan pokok dari warga dhuafa itu juga menjadi tanggungjawab baik secara dinas selaku aparat, juga secara sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, aparat itu untuk melayani warga masyarakat dari berbagi sisi, bukan untuk dilayani, karena selaku abdi masyarakat dan pelindung dalam kontek yang lebih luas.

“Saya selalu turun ke lapangan, sehingga apa yang terjadi di masyarakat sesegera mungkin dapat terdeteksi, tentu lebih mengoptimalkan babinsa yang ada di masing masing desa,” ungkapnya.

Diharapkan pula kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan budaya gotongroyong, sehingga terbangun rasa solidaritas dan pada gilirannya saling membantu sesamanya.

” Kerukunan, jiwa gotong royong yang sudah menjadi budaya kita ini harus tetap kita pupuk, karena hal itu menjadi simbul dalam bermasyarakat,” harap Kapten Hari Supiyanto.( Asil)

Related Post