JOMBANG — Dalam masa pandemi corona saat ini, masyarakat banyak yang kurang berhati hat dalam melakukan aktifitas yang berpotensi terhadap kerumunan massa.
New normal ( normal baru), yang diterapkan oleh pemerintah, masih banyak disalah artikan, di anggap sebagai kebebasan sehingga terkesan munculnya uforia yang kebablasan.
Padahal melihat dari data yang selalu di update oleh pemerintah(Satuan Tugas), bahwa bahaya virus corona masih terus mengancam dan baanyak warga yang tumbang sakit bahkan meninggal.
Seperti yang terjadi di beberapa desa wilayah kecamatan Diwek Kabupaten Jombang ini, komunitas atau warga secara pribadi sering melaksanakan kegiatan Pawai Miniatur Truk, yang tentu dalam hal ini dapat mengundang berkerumunnya massa, dan yang paling disesalkan banyak pihak, dalam kegiatan tersebut banyak peserta pawai atau warga yang mengabaikan protokol kesehatan, dengan bergerombol tanpa memakai masker.
Menurut Saiful warga desa Puton, kegiatan semacam itu sering dilaksanakan, tetapi untuk malam minggu tentu akan ramai baik peserta maupun warga yang ingin menyaksikan pawai miniatur truk tersebut.
” kegiatan ini sering dilaksanakan pada malam minggu, tapi hari raya ini sangat ramai,”ujar Saiful.
Kegiatan pawai miniatur semacam ini juga ramai bahkan warga yang menyaksikan berjubel di Desa Bendet Kecamatamn Diwek, tentu hal ini mengundang kekhawatiran tersendiri bagi banyak warga.
Bu lis( sebutan akrab) salah satu petugas medis yang sehari hari bertugas di Puskesmas wilayah Ngoro tersebut sangat menyayangkan kegiatan pawai miniatur yang dapat mengundang berkumpulnya massa tersebut, dan dikhawatirakan dalam situasi pandemi ini penyebaran virus corona bisa saja menular melalui berkumpulnya massa semacam ini.
” Kok sembrono arek arek iki, jombang iki sudah kena zona merah,” komentarnya dengan nada mengingatkan.
Seperti kita ketahui bersama, bahwa suasana baru(new normal), yang diterapkan oleh pemerintah ini, bukan kebebasan mutlak, akan tetapi ada aturan aturan yang harus dipatuhi bersama dalam menjalankan kegiatan sehari hari.
Disamping itu wabah yang masih menjadi momok bersama ini, juga harus di lawan secara bersama sama pula, dengan harapan semua musibah ini segera berakhir dengan kondisi yang betul betul normal, sehingga semua kehidupan dalam bermasyarakat bisa normal kembali seperti sedia kala.(Maksum).






