Ganggu Ketenangan, Warga Laporkan Tempat Hiburan Malam ke Dewan

0
19

MALANG – Adaptasi tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19 mulai dijalankan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, telah membuat kebijakan tidak memberikan ijin operasional tempat hiburan malam.

Kendati demikian, tempat hiburan malam masih main kucing-kucingan dan cenderung melanggar kebijakan yang telah dibuat. Alasan pastinya, lantaran tidak ada jaminan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di area hiburan malam tersebut bisa dijalankan.

Hal ini diketahui dari keluhan warga yang melaporkan adanya kegiatan di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Sukarno Hatta. Warga di wilayah setempat mengungkapkan, tempat hiburan tersebut yakni Backroom tersebut buka hingga dini hari pukul 03.00 menjelang subuh.

Keluhan tersebut mendaoat respon dari Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Rokhmad, ia menyampaikan bahwa sejatinya Pemkot Malang segera menindaklanjuti, mengingat hiburan malam memang belum diberikan izin operasional.

“Kalau itu terjadi maka pemerintah harus tegas dan menindak. Namanya diskotik kan belum diizinkan. Kalaupun boleh, dalam Perwal itu hanya sampai pukul 21.00. Ini belum diizinkam, kalau ada aturan kok dilanggar ya tentu harus ditindak tegas,” ujarnya, Jumat (18/9/2020).

Lebih jauh Rokhmad menyampaikan informasi tersebut akan segera ditindaklanjuti di ranah Komisi D DPRD Kota Malang. Besar kemungkinan, pihaknya juga akan melakukan sidak (inspeksi mendadak) kepada pengusaha yang bersangkutan untuk ikut membantu penertiban demi kenyamanan bersama.

“Kami bersama dengan komisi D juga akan segera melihat ke lokasi bersama tim,” pungkasnya.

Untuk diketahui, warga sekitar mengirimkan surat terbuka yang ditujukan kepada Pemkot Malang. Adapun, beberapa hal yang dikeluhkan warga di antaranya, tempat yang bersangkutan memunculkan dentuman suara yang sangat mengganggu karena terdengar dari jarak lebih dari 100 meter.

Kemudian, mengganggu ketenangan warga pada tengah malam karena jam operasi sampai menjelang pagi atau di atas jam 03.00 dengan dentuman musik yang masih terdengar bahkan hingga menjelang subuh.

Selanjutnya, di area tersebut dinilai sering terjadi keributan antar sesama pengunjung. Parkir kendaraan roda empat berada di poros jalan raya Sukarno Hatta dan mengganggu pengguna jalan lain.

Pihak warga meminta kepada pemerintah daerah untuk menertibkan sekaligus menverifikasi ulang legalitas dan syarat perizinan tempat hiburan malam tersebut. Mulai izin lingkungan sampe kelengkapan izin yang lain termasuk masa berlakunya. (sar/mid)