Bedah Buku “Masyarakat Dan Modernisasi” Kader PDPM

0
16

Lumajang
Lumajang – Acara bedah buku yang berjudul “Masyarakat dan Modernisasi” karya Ikhlasun Malik Fajar , sangatlah tepat, Pasalnya dalam acara tersebut cukup banyak peserta yang hadir, mulai dari PDM Kabupaten Lumajang, PD Aisiyah Kabupaten Lumajang, Nasyiatul Aisiyah, IPM, IMM, dan seluruh pengurus PDPM (Pimpinan Daerah Pemudah Muhammadiyah) Kabupaten Lumajang.

Acara yang tergolong amat sangat langka bagi kaum muda ini mendapatkan apresiasi dari ketua umum PWPM (Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah) Jawa Timur.

Dalam sambutannya Dikky Sadqumullah, S.HI, M.HES, selaku Ketua Umum PWPM Jatim menyatakan, menulis adalah bakat yang langka sebab tidak semua orang bisa menulis. Ada orang yang bakatnya lebih kepada bicara (orator) seperti Bung Karno dan ada pula orang yang bakatnya hanya bisa menulis seperti Bung Hatta.

“Bila kedua orang itu bersatu yakni seorang orator dan penulis bergabung maka hasilnya akan luar biasa,” ungkapnya.

Acara yang diselenggarakan hari Sabtu (19/9/2020), bertempat di Aula SMA Muhammadiyah Lumajang ini semula mengundang wakil bupati Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si. sebagai Keynot Speaker namun beliau tidak bisa hadir, Suharyo AP sebagai Panelis, Said R sebagai moderator, dan Ikhlasun Malik Fajar sebagai penulis yang memberikan paparan di depan para peserta.

Pada kesempatan yang sama, Suharyo AP selaku panelis, sebelum membedah buku “Masyarkat dan Modernisasi” terlebih dahulu beliau membedah si penulis buku.

“Ikhlasun Malik Fajar adalah orang Bagu Lumajang, dia kesehariannya makan tempe, dan makan tempe itu ternyata bisa membuat otak cerdas, tapi mentalnya bukan mental tempe,” tuturnya.

Pria yang masih menjabat Ketua PDM Kabupaten Lumajang ini membuat beberapa catatan, yaitu tentang istilah masyarakat dan modernisasi. Masyarakat adalah gabungan beberapa orang yang diam bersama kemudian melahirkan kebudayaan yang baru.

Sedangkan modernisasi adalah hasil akhir yang timbul dari akibat revolusi pendidikan, revolusi kesehatan, dan hal lainnya yang mendorong terjadinya modernisasi.
Ketua PDPM Kabupaten Lumajang mengatakan bangga punya kader yang bisa menerbitkan buku.

“Kami bangga punya kader yang bisa menerbitkan buku sebab tidak semua orang bisa menulis,” kata Aulia NB dalam sambutannya mewakili ketua PDPM.

Meskipun acara ini digelar ditengah-tengah pandemi Covid-19 namun panitia juga tidak lalai menerapkan protokol kesehatan demi keselamatan kita bersama. Selamat kepada saudara Ikhlasun Malik Fajar semoga karyanya bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. (AF)