HomeJawa TimurBanyuwangiBanjir Penghargaan, Banyuwangi Kini Terpilih Sebagai Daerah Terbaik TPID Award 2020 se...

Banjir Penghargaan, Banyuwangi Kini Terpilih Sebagai Daerah Terbaik TPID Award 2020 se Jawa-Bali

BANYUWANGI –Setelah dinobatkan sebagai Kabupaten Berkinerja Terbaik Di Indonesia, pada pertengahan November lalu, kini Banyuwangi kembali terpilih sebagai Kabupaten terbaik Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2020 Se Jawa-Bali.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto kepada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Kamis (22/10/2020).

Penyerahan penghargaan tersebut dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo secara virtual dan diikuti oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Advertisement

Dalam sambutannya Presiden Jokowi menyampaikan selamat kepada para kepala daerah yang menerima penghargaan TPID. Presiden Jokowi juga mengingatkan kepada seluruh kepala daerah agar terus menjaga supply and demand agar inflasi terus terjaga.

“Hal ini perlu dilakukan agar saat perekonomian pulih nanti, daya beli masyarakat kembali normal dan tidak terjadi tekanan pada harga-harga. Saya minta agar tidak hanya dilakukan pengendalian harga, tapi daya beli masyarakat dan produsen juga bisa bergerak,” tutur Presiden Jokowi.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas penilaian terbaik yang diberikan kepada TPID Banyuwangi.

“Saya mewakili pemerintah kabupaten Banyuwangi dan segenap elemen masyarakat Banyuwangi menyampaikan banyak terima kasih juga kepada seluruh tim lintas sektor yang terus bersama-sama mengelola inflasi di Banyuwangi dan menjaga daya beli warga,” ujarnya.

Bupati Anas juga menambahkan, pengelolaan inflasi sangat berkaitan dengan upaya pemerintah menjaga daya beli warga.

“Dan soal daya beli ukurannya adalah kesejahteraan, ukurannya peningkatan pendapatan, yang itu tentu karena Banyuwangi yang terus maju bergerak ekonominya. Bahwa sekarang ada Pandemi Covid-19. Itu menjadi tantangan dan kita terus bekerja memulihkan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Dia menyebut bahwa pengelolaan inflasi dan menjaga daya beli di Banyuwangi diarahkan pada penguatan serta pemerataan ekonomi rakyat. Sejumlah kebijakan untuk memperkuat daya beli masyarakat dilakukan oleh Banyuwangi

“Misalnya bagaimana cara kita menumbuhkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Juga warung-warung kuliner rakyat yang tumbuh seiring tumbuhnya pariwisata. Demikian pula sektor pertanian yang terus dijaga produktivitasnya. Semuanya membentuk ketahanan daya beli warga, meski memang di masa pandemi Covid-19 ada tantangan yang luar biasa,” papar Bupati Anas.

Banyuwangi, lanjut Bupati Anas, juga mendorong sejumlah sentra ekonomi baru. Seperti industri kereta api terbesar di Asia Tenggara, Jatim Park hingga kehadiran hotel-hotel berbintang baru ikut mempercepat ekonomi Banyuwangi.

Dampak kinerja dan program pembangunan terhadap perekonomian warga Banyuwangi pun cukup positif. Kemiskinan berhasil diturunkan ke level 7,52 persen pada 2019, padahal sebelumnya selalu di atas dua digit.

Sementara pendapatan per kapita warga melonjak menjadi Rp 51,80 juta per orang per tahun dibanding awalnya Rp20 juta. PDRB juga terus naik menjadi Rp 83,61 triliun dari sebelumnya Rp 32,46 triliun.(Sigit).

RELATED ARTICLES

Most Popular