PT Anugrah Porangkaya Indonesia Ajak Petani Jadi Milyader Melalui Budidaya Tanaman Porang

0
9

BANYUWANGI – Ditengah merosotnya harga komoditas pertanian akibat terdampak pandemi Virus Corona (Covid-19), budidaya Porang justru menjanjikan. Hal ini disampaikan langsung H.Eko Susilo Nurhidayat selaku Ketua KADIN Banyuwangi yang kini merambak usaha dibidang pertanian Porang.

Menurutnya porang berpotensi besar, selain memiliki kandungan gizi yang baik, porang juga diyakini kaya akan manfaat. Hal itu yang membuat Porang kini menjadi salah satu komoditas pertanian yang banyak diburu pasar internasional.

“Porang memiliki banyak manfaat, selain berguna untuk bahan makanan. Porang kini juga dikembangkan sebagai obat-obatan. Selain itu porang bisa dijadikan bahan lem, pengganti agar-agar, bahan kertas, tekstil, isolator listrik, bahan anti air bahkan dapat digunakan sebagai bahan baju anti peluru dan baru-baru ini dikembangkan untuk industri Pesawat terbang. Jadi jangan heran bila kini negara-negara asing sedang berlomba-lomba membudidayakan tanaman Porang” Papar Eko dihadapan awak media.

Menurut Eko hal itulah yang mendasari PT. Anugrah Porangkaya Indonesia tertarik untuk mengembangkan budidaya Porang. Selain memiliki pasar yang masih luas, porang juga memiliki Profitabilitas yang cukup tinggi. Bahkan diyakini sebagai komuditas pertanian yang dapat menjamin kedaulatan pangan dan Ekonomi.

“Profitabilitas yang tinggi itulah yang membuat kami berupaya keras menciptakan perusahaan agro industri dari hulu sampai hilir. Harapan kami nantinya PT.API ini dapat memiliki peran penting penting sebagai penggerak utama di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan guna mencapai kedaulatan pangan dan ekonomi. Yang terpenting, Sukses bersama selamanya.” Pungkasnya.

Dalam kesempatan itu Suyoto MS selaku komisaris dan penasehat PT API yang mendampingi awak media untuk menyaksikan langsung pembibitan porang yang berada di desa wisata Umbul Aga Puncak Porang yang berada didesa Sumbergondo Glenmore, juga menjelaskan pehitungan keuntungan menanam Porang.

“Bila kita memiliki sebidang tanah satu hektar saja, setidaknya dapat ditanami sekitar 35.000 bibit. Dengan 3500 pohon minimal kita bisa panen 70 Ton Umbi dan 17,5 Ton buah katak. Dengan harga Rp.8.000/Kg Umbi dan Rp.100.000/kg Buah katak kita bisa mendapatkan keuntungan hingga 1 Miliyar.

Dengan keuntungan sebesar itu pihaknya berharap dimasa yang akan datang akan banyak perani yang menjadi miliyader. Dihadapan awak media Suyoto juga menjelaskan berbagai hal berkaitan budidaya porang yang dikembangkan PT.API

“Jadi kini wisata UAP difungsikan sebagai tempat pembibitan porang. Kami PT.API dalam hal ini menawarkan berbagai kontrak kerjasama, dari kontrak kelompok KUR Mandiri, Pribadi, sampai kemitraan antara koprasi maupun pemerintah daerah. Baru-baru ini kami juga kedatangan ketua DPRD Bojonegoro, beliau beserta rombongan tertarik untuk mengembangkan budidaya porang guna memaksimalkan pendapatan daerahnya.”terang suyoto.

Selain Bojonegoro, Suyoto juga menyebutkan beberapa daerah lain yang kini juga tertarik dengan Budidaya Porang, Tidak terkecuali Pemerintah daerah Provinsi Bali. Menurut suyoto Rencananya PT.API akan mendirikan beberapa pabrik pengolahan porang, diantaranya bertempat di Glenmore Banyuwangi, Cianjur Jawa Barat dan Kalimantan Selatan.

“Kedepannya kami akan membangun beberapa pabrik diluar Banyuwangi, sementara ini kami ingin fokus dipabrik PT.API 1, sambil memperluas kejasama dengan petani. Pabrik kami ditargetkan dapat mengolah 80 – 100 Ton perhari, itulah mengapa kami butuh banyak kerjasama dengan petani, agar nantinya hasil panen dapat menyesuaikan kebutuhan pabrik.”terang Suyoto.

Pada kesempatan itu suyoto juga menjelaskan berbagai keuntungan dalam menjalin kerja sama dengan perusahaannya.

“Fasilitas dan manfaat kemitraan dengan PT.API sangat banyak, selain mendapatkan bibit dan pupuk, kami juga memerikan fasilitas pendampingan, jadi tidak perlu kawatir gagal panen dan tidak perlu cemas untuk menjual hasil panen. Kami siap menampung dengan harga standar pasaran bahkan mungkin harga beli kami lebih tinggi dari pasar. Kami pun siap mengasuransi bibit, artinya bila ada bibit yang rusak sampai gagal panen, kami siap mengganti dengan bibit yang baru.” Papar suyoto.( sigit)