Sanggring, Jamuan Makanan Masakan Kaum Lelaki

0
8

LAMONGAN – Biasanya, semua makanan yang disantap untuk menjamu tamu atau suguhan pangan yang disajikan dalam suatu acara, dimasak oleh kaum perempuan. Tetapi kali ini berbeda, ada sebuah tradisi yang cukup unik untuk diperhatikan.

Di salah satu wilayah di Kabupaten Lamongan, tepatnya di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, ada sebuah tradisi yang dinamai Sanggring, yakni memasak jamuan tanpa melibatkan perempuan, semua dilakukan oleh lelaki di kampung tersebut.

Sanggring, sebenarnya merupakan masakan berbahan dasar ayam yang dibumbui rempah-rempah. Dibuat untuk para tamu pada sedekah bumi dengan jumlah piring yang sudah ditentukan yakni 44 buah.Tradisi ini merupakan warisan sesepuh desa setempat yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Menurut ceritanya, peninggalan Ki Buyut Terik.

“Ceritanya Sanggring ini untuk menjamu. Dulu kan ada seperti prajurit, mengundang teman-teman untuk jamuan makan, mengerahkan anak buahnya atau murid-muridnya untuk memasak Sanggring ini,” tutur Bunia, salah seorang sesepuh desa Tlemang, saat ditemui media ini, Kamis (12/11/2020) dalam suatu jagong santai di warung kopi.

Bunia mengatakan, bahwa Sanggring merupakan ritual pensucian dengan menyajikan makanan yang dipercaya sebagai obat. “Karena orang laki-laki kan nggak punya hadas,” katanya.

Sampai sekarang, tradisi itu masih dipertahan oleh warga desa setempat. Dan semua bahan disediakan oleh warga, seperti ayam lengkap dengan bumbunya bahkan kayu bakar pun sudah ada yang menyediakan. “Kalau dulu warga memberikan ayam harus ‘ireng mulus’ (berwarna hitam-red), kalau sekarang tidak,” tutup Bunia. (red)