DKKC Kota Cimahi Gagas Pendirian Sekolah Non Formal Seni Rupa

0
22

CIMAHI – Komite seni rupa DKKC Kota Cimahi mengadakan pertemuan rutin, bertempat di Tepas Art Spce milik Pelukis Bahar Malaka Jalan Cihanjuang Gg.Bajat RT 01- RW 18 Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara, Sabtu (21/11/2020).

Hadir dalam kesempatan tersebut para perupa yang tergabung dalam Komite Seni Rupa DKKC (Dewan Kebudayaan Kota Cimahi), diantaranya Ketua H.Deden pemilik Mozie Mozaik, Bahar Malaka Pelukis Eksentrik juga Pemilik Tepas Art Space, Agus Hamdani Ketua Forkis dan komunitas Gambar gampang, Bunda Erni dari Kumunitas Satu Bumi, Achmad Kusnadi (Kang Cus) Pemilik Galery Cus’Eruption.

Dalam diskusi yang dilaksanakan di Tepas art Space tersebut membahas banyak hal yang berhubungan dengan pengembangan Pendidikan Formal Seni rupa yang rencananya akan di dirikan di Kota Cimahi.

Dalam jeda diskusi, Ketua Komite Senirupa Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) menyampaikan hal yang berhubungan dengan perkembangan senirupa serta rencana pendirian sekolah Non formal Senirupa di Cimahi.

“Ya, pada kesempatan ini kami bersama-sama mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan senirupa yang ada di Kota Cimahi khususnya dan Jawa Barat pada umumnya, namun kami juga mendiskusikan perkembangan seni rupa nasional bahkan Go Internasional,” terang Ketua DKKC kepada Gempurnews.com

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan langkah awal rencana pendirian sekolah Non Formal Senirupa di Kota Cimahi tersebut.

“Pertama, kita lakukan pengenalan dulu kepada masyarakat luas tentang rencana pendirian pendidikan non formal yang akan dikembangkan oleh Studio atau Galeri masing-masing, disusul dengan pengenalan sanggar yang ada di Kota Cimahi ini,” terangnya kemudian.

“Kami berharap, semua partisipan dari masyarakat bisa melihat atau bisa berapresiasi tentang rencana-rencana niat baik dalam rangka perwujudan, pembentukan sekolah perupa di Kota Cimahi yang bersifat non Formal,” lanjut Pemilik Galery Mozie.

Dengan digelarnya diskusi semacam ini, dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat termasuk Pemerintah Kota Cimahi atau melalui dinas terkaitnya, tentu tak salah jika memberikan perhatian lebih kepada niat mulia para perupa ini, kata salah satu peserta diakusi.

“Ya, apalagi rencana awal pembentukan Sekolah Non Formal Senirupa ini dilaksanakan tanpa dipungut biaya alias Gratis,” lanjut peserta lain.

Sementara dari pantauan media ini, para pengajar yang akan terlibat dinilai sangat layak untuk memberikan pengajaran seni rupa tersebut, karena mereka adalah para pelukis yang sudah mempunyai jam terbang dan pengalaman dibidangnya.
Rilis : Edison
Editor: Bambang Irawan