Tokoh LSM Kawakan Banyuwangi Nyatakan Perang Lawan Black Campaign

0
7

BANYUWANGI – Situasi politik yang kian memanas dalam perhelatan Pilbup Banyuwangi 2020 memancing reaksi para aktivis LSM senior. Dengan lantang, mereka berikrar menyatakan perang melawan segala bentuk kampanye hitam.

Sikap anti Black Campaign salah satunya dicetus oleh para aktivis senior yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) LSM Macan Putih.

Diantaranya LSM Semilir, LSM Solidaritas Masyarakat Transparansi (Somasi), LSM Bersama Memberdayakan Warga (BMW), LSM Gerakan Rakyat Untuk Perubahan (GRUP), LSM Independen Pembaharuan Indonesia (IPI) dan LSM Lembaga Kajian Pertambangan dan Lingkungan (LKPL).

“Kami berharap Pilkada Banyuwangi menjadi ajang adu gagasan, visi misi dan program kerja, bukan jadi ajang menyudutkan salah satu paslon,” ucap Ketua LSM Somasi, Suparmin SH, Sabtu (21/11/2020).

Pria yang akrab disapa Mbah Parmin Rambut Putih ini menyebutkan, bahwa semakin mendekati masa pencoblosan, 9 Desember 2020, tercium adanya upaya praktik kampanye hitam, mulai dari isu politik dinasti, money politik dan lainnya.

“Demi kondusifitas Banyuwangi, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membentengi diri dan saling bergandengan tangan melawan kampanye hitam,” ungkapnya.

Kepada Bawaslu Banyuwangi, Suparmin meminta agar terus bertindak profesional, dan berani bersikap tegas jika mendapati adanya pihak – pihak yang dengan sengaja melakukan Black Campaign.

Sementara itu, Ketua LSM GRUP, Ir Agus Setiyono, menilai bahwa sikap menolak segala bentuk kampanye hitam wajib dilakukan oleh seluruh masyarakat Banyuwangi.

Karena kampanye hitam bukan hanya akan menciderai marwah demokrasi. Namun juga bisa memicu perpecahan hingga konflik ditengah masyarakat.

“Jangan biarkan kampanye hitam terjadi dalam Pilkada Banyuwangi, mari kita lawan bersama,” tegasnya.(Aris).