Ada Warga Terkonfirmasi Covid 19, Desa Tlekung Kota Batu Laksanakan PSBL

0
14

BATU – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) di Desa Tlekung di Kota Batu, dimulai tanggal 28 November hingga 7 Desember 2020.

PSBL ini dilakukan karena ada 27 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah itu diketahui setelah 113 warga menjalani tes usap pada akhir pekan ini.

Kepala Desa Tlekung, Mardi menerangkan, awal mula adanya kasus diketahui setelah ada proses pemakaman satu orang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 oleh petugas.

“Saya tidak tahu kalau yang meninggal itu terkonfirmasi positif atau tidak. Itu yang tahu kan Dinas Kesehatan. Sedangkan keluarga yang berduka tidak tahu menahu terkait Covid-19,” kata Mardi, Minggu (29/11/2020).

Apalagi, yang dimakamkan adalah anak berusia 15 tahun yang sebelumnya diketahui kondisinya sehat, sehingga warga menganggap kematian anak ini bukan karena Covid-19.

“Warga tidak percaya anak itu terserang Covid-19. Itulah pemicunya,” ungkap Mardi.

Setelah pemakaman anak usia 15 tahun itu, ada tiga orang menyusul meninggal dunia. Total, ada empat orang warga Desa Tlekung yang meninggal dunia.

Sekali lagi, Mardi mengaku tidak mengetahui status mereka, apakah terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak. Dia tidak memiliki informasi maupun data terkait kondisi warganya sendiri.

Empat orang warga ini rumahnya terpisah. Mardi mengkonfirmasi kalau empat orang warga yang meninggal bukanlah satu keluarga.

“Empat orang itu bukan satu keluarga, sudah rumah sendiri-sendiri. Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah kondusif,” jelasnya.

Namun Mardi tetap mengakui apa yang terjadi di desanya adalah sebuah musibah yang harus dihadapinya. Sejauh ini, ia hanya berkoordinasi dengan petugas setingkat kecamatan, yakni Camat dan Danramil.

Sedangkan Wilayah PSBL tidak untuk Desa Tlekung keseluruhan, namun hanya di Dusun Gangsiran Ledok saja.

Mardi juga mengatakan dari 27 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, 5 orang diantaranya sudah pulang ke rumah masing-masing, tersisa 22 warga Desa Tlekung yang saat ini tengah menjalani isolasi di sebuah hotel.

“Tidak ada tambahan lagi, tetap di angka 27 yang terkonfirmasi positif Covid-19. Malah sebagian sudah sembuh dan pulang. Ada lima orang,” terangnya.

Informasi yang dihimpun, Desa Tlekung menjadi desa ketiga yang melaksanakan PSBL. Sebelumnya sudah dua desa yang melaksanakan PSBL, yakni Giripurno dan Mojorejo.

Sementara itu anggota DPRD Batu, Bambang Sumarto, yang juga tinggal di Desa Tlekung, mendorong Pemerintah Kota Batu untuk bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tlekung, terutama menyangkut keselamatan dan kesehatan warga.

Mengenai akurasi informasi terkait civid 19 ini, memang banyak informasi beredar yang tidak terkonfirmasi kebenarannya. Namun untuk kasus ini, Bambang mengaku mendengar sendiri di Desa Tlekung ada anak muda yang sakit dikira keda DB.

“Awalnya ada anak muda yang sakit, dikira keda DB. Setelah meninggal, dimandikan oleh keluarganya, saya tidak tahu anak itu terpapar atau tidak. DPRD Batu sudah menyampaikan ke dinas terkait yakni Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Mohon dibantu semaksimal mungkin warga Desa Tlekung yang terdampak Covid-19,” ujar Bambang.

Meskipun awalnya banyak warga sempat resah, namun setelah dilaksanakan PSBL, kondisi Desa Tlekung berangsur kondusif. Mereka juga mulai disiplin menerapkan protokol kesehatan (srj/mid)