Rekrutmen Bintara Polri Pro Aktif T.A. 2021, Tekankan Prinsip BETAH

0
17

LUMAJANG – Kepolisian Republik Indonesia membuka kesempatan bagi pemuda pemudi Indonesia untuk mengikuti seleksi Bintara Polri Proaktif T.A. 2021. Dalam prosesnya, rekrutmen Bintara Proaktif ini tetap menggunakan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (Betah).

Rekrutmen Bintara Pro aktif ini diharapkan dapat mewujudkan postur anggota Polri yang Promoter. Profesional, modern, dan tepercaya.

Persyaratan umum bagi masyarakat yang ingin mengikuti seleksi ini sama halnya seperti seleksi pada umumnya yakni Warga negara Indonesia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, pendidikan paling rendah SMU/Sederajat, usia minimal 18 tahun pada saat dilantik sebagai anggota Polri, sehat jasmani dan rohani, tidak pernah dipidana, berwibasa jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela.

“Yang membedakan adalah tiga kategori yang disyaratkan, affirmative action, talent scouting, dan penghargaan.” jelas Kabag Humas Polres Lumajang, IPDA Shinta melalui keterangan keterangan tertulis.

Kategori affirmative action adalah tindakan penguatan merupakan kebijakan yang diberikan secara khusus kepada kelompok atau golongan tertentu secara proporsional bagi putra-putri dari berbagai daerah di Indonesia.

Daerah yang meliputi wilayah suku pedalaman terpencil seperti di hutan, gunung, perairan pesisir, dan pulau-pulau kecil terluar atau perbatasan.

Sedangkan talent scouting adalah pencarian bakat melalui proses pencarian dan pemanduan calon anggota Polri yang memiliki bakat khusus, minat, dan potensi khusus yang dibutuhkan oleh Polri dari prestasi akademik dan prestasi non-akademik.

Prestasi akademik meliputi juara olimpiade sains tingkat kabupaten, provinsi atau nasional. Prestasi non-akademik diantaranya juara bidang olahraga tingkat provinsi, nasional dan internasional. Juara Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Selain itu, jambore nasional agama Hindu dan sippa darmma samajja agama Buddha tingkat provinsi nasional dan internasional. Termasuk diantaranya hafidz Quran dan memahami tafsir Quran. Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.

Sedangkan kategori penghargaan diberikan kepada anak kandung anggota Polri yang gugur, tewas, atau cacat tingkat III dalam melaksanakan tugas yang dibuktikan dengan keputusan Kapolri dan memiliki tanda kehormatan paling rendah Bintang Bhayangkara Naraya Prestasi.

Kemudian, bagi yang mendapat penghargaan dari Kapolri paling sedikit tiga pin emas, atau anggota masyarakat serta anak kandung anggota masyarakat yang gugur dalam membantu pelaksanaan tugas kepolisian, dibuktikan dengan surat keterangan Kapolda yang menjabat saat kejadian. Pendaftaran dibuka mulai 26 November hingga 8 Desember 2020. (*)