Oleh: DR. KH. Kharisudin Aqib, M.Ag.
Allah SWT, telah berfirman dalam Al Qur’an, surat Al Ahzab, ayat 41, yang artinya;
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikir-lah kalian kepada Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya”.
Pemilik akhlak mulia yang sesungguhnya adalah Allah SWT, sebagai Al kholiq( yang maha pencipta), sedangkan manusia adalah inti ciptaan-Nya yang secara potensial paling mirip dengan-Nya.
Maka dengan banyak menyebut dan mengingat asma diri dan karunia-Nya, akan terjadi proses kedekatan, pendekatan dan cinta antara sang kholiq dengan makhluk-Nya.
Maka selanjutnya akan terjadi proses penularan, duplikasi dan tranferensi karakter dari yang dicintai (Allah), kepada yang mencintainya, yakni orang yang selalu berdzikir (Ad dzaakir).
Sehingga terbentuklah akhlak Rabbani pada diri Ad-dzakir.
Dengan akhlak inilah, seseorang akan menjadi bahagia yang hakiki dan abadi, serta menjadikan orang lain juga bahagia.
Hal itu terjadi karena manusia diciptakan oleh Allah, memiliki potensi dan karakter yang mirip dengan yang dimiliki Allah sendiri, misalnya ( Ar Rahman dan Al Rohim).
Tabi’at manusia juga mirip dengan sifat wajib Allah.
Karakter manusia mirip dengan asma’ dan sifat- sifat Allah.
Maka dengan banyak mengingat dan menyebut asma’ Allah, akan terjadi rekonstruksi sifat dan karakter ke- Allah-an, dalam diri seorang Ad-dzaakir.
Maka dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya “MBALUNG SUMSUM”, jadilah dia manusia cerminan Allah SWT (Tajallatullah), atau ‘Abdulloh, yang sempurna (insan kamil).
Penulis: Pengasuh Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab.
The Propetic Entrepreneur Education.
KELUTAN- NGANJUK- JATIM.
Anda juga bisa mengikuti kajian secara online, tentang Tarekat dan Filosofi ajaran ajarannya, bersama DR.KH Kharisudin Aqib, M.Ag, pengurus Idaroh Wustho Jam’iyyah Ahli Thariqoh An-Nahdliyah (JATMAN), Jawa Timur, tiap hari Ahad, pukul 18.30- 19.30 WIB.
LINK Google Meet: https//meet.google.com/pes-eauxq-dab






