Tim Psikologi SSDM Polri Berikan Dukungan Psikologis Warga Terdampak Erupsi Semeru

385 0

LUMAJANG – Kabag Psikologi Polisi Biro Psikologi SSDM Polri, Bagpsi RoSDM Polda Jatim, Himpunan Psikolog dan Konselor Bagsumda Polres Lumajang, memberikan bantuan dukungan psikologis terhadap masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru, sejak Rabu hingga Kamis (10/12/2020).

Lokasi kegiatan berlangsung di beberapa tempat mulai dari posko bencana alam erupsi Gunung Semeru lapangan Desa Supiturang, SDN 04, Balai Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Kegiatan bertujuan untuk melakukan pemulihan kondisi psikologis masyarakat setelah adanya peristiwa erupsi Gunung Semeru.

Giat Kunjungan Tim Pendampingan Psikologi (Trauma Healing) bagi korban bencana alam Gunung Semeru ini, terdiri dari Tim SSDM Polri dan personil Polres Lukajang di bawah pimpinan Kabag Psikologi Biro SDM Polda Jatim AKBP Diah Riantanty S.Psi, Psikolog.

AKBP Diah mengatakan bahwa bencana alam dapat mengganggu kondisi psikologis seseorang. Ketidakseimbangan kondisi psikologis dapat menimbulkan gejala-gejala seperti syok, mimpi buruk, sulit konsentrasi, cemas, waspada secara berlebihan, dan perasaan tidak aman,

“Bahkan korban bencana yang dalam istilah psikologi disebut sebagi penyintas, juga bisa mengalami kesedihan mendalam, merasa hampa serta tak berdaya, dan enggan bergaul,” ungkapnya

Dijelaskan, penanganan dampak psikologis terhadap penyintas dalam konteks bencana alam, masih kata Diah, ditempuh dengan cara memberikan dukungan psikososial sebagai langkah untuk mencegah dan pemulihan trauma psikologis bila hal tersebut muncul.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam penanganan dampak psikologis bencana adalah kelompok lansia, anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas.

“Anak-anak membutuhkan perhatian lebih karena mereka belum memiliki kemampuan untuk mengartikulasikan perasaan,” terangnya.

Dari pantauan media ini, warga setempat khususnya anak-anak menyambut antusias kedatangan tim tersebut, setidaknya lebih dari seratus anak didampingi orang tuanya sejak pagi telah berkumpul SDN 04 Supiturang yang merupakan salah satu tempat yang dijadikan lokasi pengungsian warga.

Kegiatan pendampingan psikososial terhadap warga dengan sasaran anak-anak dilakukan melalui kegiatan terapi bermain, bercerita, bernyangi dan permainan game-game yang bertujuan untuk memgembalikan dunia bermain anak yang mungkin hilang akibat bencana serta untuk meredakan kecemasan dan ketakutan pada anak-anak sebagai dampak dari adanya bencana. (tim)

Related Post