BONDOWOSO – Ribuan situs-situs arkeologi berupa batu besar yang tersebar di wilayah-wilayah kecamatan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, merupakan peninggalan zaman megalitikum.
Situs-situs megalitikum itu diakui menjadi daya tarik pariwisata Kabupaten Bondowoso. Untuk sejarah dan purbakala dikenal dengan budaya megalitiknya. Salah satunya, Batu Kenong yang ada di Kecamatan Grujugan
Selain Batu Kenong, situs-situs megalitikum di Kabupaten Bondowoso terbilang cukup beraneka ragam. Ada pula Kursi Batu merupakan singgasana yang hanya boleh diduduki oleh kepala adat pada masa itu.
“Kata orang orang tua, Kursi Batu ini digunakan pada saat-saat tertentu saja, yaitu seperti rapat adat atau rapat desa,” ujar Ari, warga Grujugan kepada Gempurnews, Jum’at (11/12/2020)
Ari mengatakan bahwa benda-benda peninggalan zaman batu tersebut banyak dikunjungi para wisatawan, mulai dari anak-anak sekolah hingga peneliti-peneliti.
“Saya juga pernah ketemu dengan peneliti dari UGM (Universitas Gajah Mada), UI (Universitas Indonesia). Saya sempat tanya kalau mereka mau melakukan penelitian,” terang Ari lebih lanjut.
Berdasarkan informasi sebelumnya, ada warga yang sempat menemukan Sarkofagus atau kubur batu di Hutan Argopuro Kecamatan Wringin Bondowoso. Di sekitar lokasi penemuan, ditemukan juga batu mirip perahu, dan beberapa patung serupa patung gajah Ganesha.
Kubur Batu berbentuk tempat orang meninggal lengkap dengan tutup, berukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter. Batu Sarkofagus merupakan batuan yang dibentuk dari jenis batuan andesit. Dimana batuan ini sering digunakan warga pada peradaban megalitikum.
Selama ini pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, sudah terus melakukan pemeliharaan dengan menggandeng para komunitas purbakala untuk merawat peninggalan sejarah peradaban tersebut. (biro)






