LUMAJANG – Muspika Kecamatan Jatiroto menghadiri panen padi sehat menggunakan pupuk organik cair besutan asli petani Lumajang, Jum’at, (29/01/202) lalu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Jatiroto, Kordinator PPL beserta PPL Jatiroto, Ketua Kelompok Tani, Kepala Gapoktan Kecamatan Jatiroto dan Ketua HKTI Kabupaten Lumajang.
Kegiataan dimulai pukul 08:15 WIB, didahului dengan pemotongan padi secara simbolis oleh Camat Jatiroto, didampingi semua unsur terkait, di lahan pertanian seluas 1,1 Ha, milik Hj Khotimah di Desa Sukosari yang merupakan areal lahan kelompok tani Sumber Tani.
Penggunaan aplikasi pupuk organik cair (POC) tersebut sebagai wujud pengenalan pupuk organik asli besutan warga lumajang. Menurut perwakilan pemroduksi pupuk tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini mengusung tema pupuk organik yang murah dan tidak ribet dengan menghemat biaya pupuk hingga 50%.
“Benar, apabila menggunakan pupuk kimia non subsidi pengeluaran pupuknya mencapai Rp. 3,7 juta karena pupuk subsidi sudah dibatasi,” ujat Tedy, putra pemilik lahan.
“Biasanya total pemupukannya habis 8 kwintal pupuk berjenis urea dan NPK. Lahan ini, sudah memiliki keasaman yang cukup tinggi akibat pupuk kimia terus menerus,” terangnya.
“Saat awal tanam padi kelihatan normal, namun pada saat umur 15 hari, padi ini sudah hampir mati, akarnya membusuk. Kami sudah mau membongkarnya,” tambah Tedy.
Tedy mengaku secara kebetulan bertemu dengan team pupuk Sari Luhur yang meminta waktu 15 hari untuk mengembalikan kondisi padinya. Bersyukur karena saat ini sudah bisa panen. Dikatakan, teknik pemupukan semi organik dengan menggunakan pupuk NPK phonska subsidi 75 kg dan ZA 50 kg plus 7 jerigen POC Sari Luhur.
“Nilai uang yang kami keluarkan untuk pupuk ini sebesar Rp. 1.670.000,-. Alhamdulillah, lahan ini tidak kami bongkar mas, shingga kami tidak jadi rugi sebesar 4 jutaan lah,” tutur dia kepada media ini.
Hal senada disampaikan Iskhak Subagio selaku Ketua HKTI Lumajang. Pada kesempatan itu dirinya menyinggung tentang analisa usaha tani. Dirinya menyatakan telah terjadi penghematan yang cukup signifikan dengan menggunakan POC ini. Dia membandingkan dengan demplot yg dilakukkan oleh PT Petrokimia Gresik.
Iskhak menjelaskan bahwa persetengah hektarnya saja bisa mencapai 1.519.000,- dengan rincian Petroganik Rp 224.000,- NPK NS Rp 675.000,- Phonska oca Rp 60.000, Urea NS Rp 560.000,- sehingga jika ditotal maka pendapatan berjumlah Rp. 1.519.000,-.
“Petani diuntungkan mas, dengan pupuk kimia pengeluaran pupuknya mencapai 3.038.000,- dengan POC ini dengan luas 1,1 Ha pengeluaran pupuknya hanya 1.670.000,- jelas sebuah penghematan yg cukup besar dan petani harus segera mengaplikasikannya biar tidak bergantung dengan pupuk kimia bersubsidi saja,” jelasnya.
Sementara itu Kordinator PPL Kecamatan Jatiroto menyatakan, hasil ubinan di lahan seluas 2,5x 2,5 M2 Menghasilkan padi sebanyak 4,470 kg, sehingga produktifitasnya mencapai 6,9 – 7,3 ton gabah kering panen (GKP).
Sehingga dirinya meminta agar petani tidak boleh ragu untuk mencoba aplikasi POC ini karena menguntungkan. Hasil panennya pun nyaris sama dengan pupuk kimia.
“Ya, Keunggulannya POC ini bisa segera mengkonversi lahan sawah yang ada menjadi lahan pertanian yang berbasis organik, sehingga Program Lumajang Bumi Organik segera tercapai dengan cepat,” pungkasnya. (bam)






