BANDUNG – Memasuki masa kuliah daring untuk semester genap Tahun Ajaran 2020/2021, Program Studi Diploma 4 (Jenjang Sarjana Terapan) Film dan Televisi Fakultas DKV Universitas Widyatama telah mempersiapkan sistem pembelajaran “Blended Learning”, dimana para peserta didik atau mahasiswa akan diberi kesempatan untuk belajar lebih mandiri dan terjung langsung di masyarakat (dengan tetap mengunakan dan melaksanakan protokol covid 19). Hal tersebut dikemukakan Dekan Fakultas DKV Deden Maulana Drs, M.Ds, baru- baru ini di Bandung.
Menurutnya, para mahasiswa akan menjalankan kebijakan kampus merdeka dengan tetap mendapat arahan serta bimbingan sesuai pedoman ketetapan akademik, tanpa kehilangan kualitas dan kreativitas dalam mengembangkan keilmuan dan keahliannya di masyarakat. Lebih lanjut Deden Maulana mengemukakan, selama menjalani masa itu mahasiswa akan belajar beradaptasi di lingkungan baru, dan memiliki peluang menimba pengalaman lebih nyata.
Deden Maulana menambahkan,
“Program Studi Film dan Televisi (D4) Univeritas Widyatama, akan lebih focus melahirkan lulusan siap kerja dan juga siap berwirausaha dengan nyata serta yang dibekali sikap Disiplin, Jujur, Inovatif, Tekun dan Ulet (Djitu) sebagai jargon utama dalam membangun karakter sikap para mahasiswa kini dan dikemudian hari.
Selain Deden, Kaprodi FTV Fakultas DKV Universitas Widyatama Budiman Drs, M.MPd serta di dukung para dosen dan praktisi menambahkan, prodinya menyuguhkan program terobosan dengan tajuk “kampung sinetron” di beberapa daerah di Jawa Barat.
“Kampung sinetron pada dasarnya,adalah sebuah program pengabdian masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi FTV, yang berlatar belakang pekerja profesional di bidang TV dan Film. Pada program tersebut, akan diselenggarakan satu rangkaian kegiatan rutin berupa workshop membuat film pendek kepada anak anak muda desa yang terpilih selama sepekan.” terang Budiman Jumat (12/02/2021).
Selanjutnya, tambah Budiman, peserta didorong membuat konten berupa film pendek atau web series dengan tema kearifan lokal.
Program Kampung Sinetron bertujuan mengembangkan kemitraan dengan komunitas di berbagai daerah dengan tujuan untuk merekam fenomena keseharian sebagai nilai-nilai budaya lokal yang sudah tersimpan sehingga dapat di tranformasikan kembali menjadi pesan di masa kekinian.
“Keterlibatan mahasiswa belajar pada program tersebut, adalah belajar langsung di masyarakat untuk mewujudkan ide dan gagasannya lebih berkembang serta akan menemukan solusi sesuai kaca mata mereka.” jelas Budiman. (*)
Reporter: Achmad Eds


