Satreskoba Polres Pasuruan Razia Tempat Hiburan Jelang Ramadhan

0
126

PASURUAN – Peredaran obat-obatan terlarang (narkoba) diwilayah hukum Polres Pasuruan yang masih tinggi membuat jajaran Satreskoba Polres Pasuruan terus melaksanakan giat operasi guna mempersempit ruang gerak para pengedar.

Satreskoba Polres Pasuruan menggelar razia gabungan serta Sosialisasi Narkoba di sejumlah cafe di Kabupaten Pasuruan, hal ini dilakukan guna menjaga keamanan serta kenyamanan umat Islam menjelang bulan suci Ramadhan.

Operasi Gabungan antara Satreskoba Polres dengan Satlantas Polres serta Polsek Gempol menyusuri tempat hiburan malam yang menjadi tempat keramaian kaum milenial muda guna mencegah serta sosialisasi bahaya narkoba.

Tampak pada Hari Sabtu (10/04/21) malam hari operasi yang dipimpin Kasat Reskoba Polres Pasuruan AKP Domingos DE, F Ximenes merazia beberapa cafe yang ada di Gempol tepatnya di ruko Gempol 9.

Selain sosialisasi bahaya narkoba, dalam razia bersama Satlantas tersebut kendaraan para pengunjung cafe juga diminta menunjukkan surat kendaraan yang mereka gunakan, alhasil banyak kendaraan yang ditilang karena tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan ataupun menunjukkan SIM.

Dalam razia didapati juga sejumlah pengelola cafe/tempat hiburan yang tidak mematuhi protokol kesehatan di tengah pademi Covid-19.

Petugas Satreskoba juga melakukan tes urin kepada beberapa para pengunjung cafe, untuk membuktikan kepada pengunjung betul-betul tidak mengonsumsi narkoba.

Kasat Reskoba Polres Paauruan AKP Domingos DE, F Ximenes menyampaikan “malam hari ini kami dari Satreskoba, Satlantas dan Polsek Gempol Polres Pasuruan melaksanakan operasi gabungan, guna mengantisipasi peredaran narkotika,” ujar Domingos.

Domingos juga menyampaikan bahwa pihaknya juga akan melakukan upaya himbauan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, serta meminimalisir penyalagunaan maupun peredaran narkotika diwilayah Kabupaten Pasuruan.

“Perlu diketahui bahwa selama pademi Covid-19, peredaran Narkoba di Kabupaten Pasuruan dalam kurun waktu tiga bulan ini tahun 2021, sudah ada 72 kasus yang sudah kami tangani, Artinya peningkatan pemakai dan peredaran narkoba di kabupaten pasuruan ini sangat tinggi,” pungkas Domingos. (por/mar)