Pemkab Bengkalis Dorong UKM Usaha Herbal Cakar Elang

0
24

BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis menyambut baik dan mendorong usaha kecil menengah (UKM) yakni kegiatan pembuatan bahan obat herbal Cakar Elang yang di inisiasi oleh warga desa Sungai Linau Kecamatan Siak Kecil.

Hal tersebut disampaikan Bagus Santoso saat berkunjung atas undangan warga Sungai Linau untuk melihat langsung usaha yang telah ditekuni dan menambah pendapatan keluarga pada Rabu, 3 juni 2021.

Kedatangan Bagus Santoso di desa eks transmigrasi disambut meriah dan suka cita oleh warga dan perangkat desa. “Alhamdulillah biar hujan dan jalan rusak Pak Bagus Santoso mendengar dan peduli dengan kami warga desa “kata Dayat ketua kelompok usaha Cakar Elang.

Sambil menyampaikan kegiatan usahanya Wabup Bagus Santoso disiguhi hidangan makanan dan gulai dan goreng ikan asli hasil lokal sungai desa Sungai Linaau.

Mewakili kelompok usahanya Dayat menyampaikan jenis usaha Cakar Elang yang sebenarnya berasal dari jenis tumbuhan lokal yang hidup di kebun dan hutan disekitar tempat tinggalnya.

Jenis tanaman yang disebut Cakar Elang sangat banyak ditemukan terutama di lahan gambut. Hanya saja tidak banyak yang mengetahui akan potensi dan manfaatnya. “Orang kampung menyebutnya tumbuhan “kait kait”. Disebut Cakar Elang karena kalau sudah kering dan di potong potong persis seperti Cakar Elang” jelas Dayat.

Kendala yang dihadapi pada harga karena tempat pemasarannya masih terbatas dan belum ada informasi jaringan lainnya. Untuk saat ini 1 kg Cakar Elang dihargai Rp 30 ribu. “Mohon bantu untuk pemasaran agar kami mendapatkan harga yang terbaik“ harap Dayat.

Menanggapi yang dikemukakan warganya Bagus Santoso pertama mendukung usaha kreatif yang telah dilakukan Dayat dan warga lainnya atas kreatifitas dan inisiasi yang menerobos kegiatan Cakar Elang dan mampu menjadikan tanaman tak diperhitungkan menjadi berharga.

“Ini kreatifitas yang patut di apresiasi dan ditiru warga lainnya. Tanaman dianggap tak berguna ternyata berharga, ini jadi luar biasa” puji Bagus Santoso.

Terkait dengan pemasaran karena ini jenis komoditi yang baru dikenalnya, Bagus Santoso minta waktu untuk menjajaki dengan melibatkan banyak pihak. (red)