LMDH Wahyu 77 Panen Raya Kopi Organik

0
30

LUMAJANG — Petani hutan yang tergabung di LMDH Wahyu 77 desa Jugosari kecamatan Candipuro, Sabtu, 5 Juni 2021 melakukan panen perdana kopi sehat menuju kopi organik.

Kerja bareng antara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Dewan pimpinan Kabupaten Lumajang, bekerjasama dengan paguyuban petani muda Sari Luhur serta pemerintah desa Jugosari kecamatan Candipuro.

Hari ini selasa, 8 juni telah dilakukan kembali sebuah aktivitas tindak lanjut dan akurasi data oleh pihak Perum Perhutani dengan melakukan verifikasi lapangan oleh petugas perhutani dan poktan wonokoyo di tempat acara petik kopi, dilokasi petak 24A dengan luas petak 1200 Ha.

Iskhak subagio selaku ketua HKTI yang mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan bahwa potensi kopi organik yang begitu besar ini harus ditangani oleh seluruh pemangku kepentingan, agar bisa dimanfaatkan optimal, dia berharap agar pihak perhutani memberikan skema bagi hasil yang adil dengan petani penggarap, karena ini baru awal panen setelah disentuh teknologi penerapan Pupuk Organik Cair (sari luhur).

“Perlu diketahui saat awal nopember 2020 kami adakan sekolah lapang di sini, produksi kopinya rata rata 3 ons kering per pohon, kalau sekarang kami yakin bisa mencapai 3 Kg kering perpohon, sungguh fantastis dan luar biasa,” Ungkap Iskhak Subagio.

Menurutnya, dari 25 orang petani ada yang belum bisa optimal produksinya setelah di evaluasi ada beberapa perlakuan yang tidak dilakukan oleh petani kopi setempat sehingga sama sekali tidak terkait dari kualitas pupuk organiknya, kedepan pembinaan akan lebih diintensifkan kalau perlu kita targetkan tahun depan panen harus bisa lebih dari 5 Kg biji kopi kering.

“Komitmen kami masih tetap yaitu menggratiskan pupuk organik cair Sari Luhur sampai petani berhasil,
kita harapkan di lahan ini nantinya bisa dijadikan sarana sekolah lapang para petani kopi sehingga kopi lumajang bisa dikenal secara nasional,” laanjutnya.

Ditambahkan pula pemangku kebijakan bisa menilai ini sebagai sebuah potensi maka kita harus optimis, banyak hal yang bisa dikembangkan, selain sisi eksotika alamnya bisa di jual sebagai camping ground, wisata of road dan lain lain, perlu diketahui bahwa di areal ini juga banyak tanaman lain, seperti cengkeh, pala, laba, cabe jamu, kelapa durian dan pisang yg potensi nya bisa dimaksimalkan.

“Untuk itu kami akan berkerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk melakukan pembinaan dan pendampingan yang optimal, hal ini sudah bisa ditunjukkan oleh poktan wonokoyo untuk produk kopi yang dihasilkan mereka sudah bisa memproduksi kopi bubuk dengan merk JUGO COFEE suatu perkembangan yang cukup signifikan menurutnya.

Secara terpisah kepala desa jugosari Mahmudi sangat optimis bahwa desa ini akan terangkat ekonominya, bukan hanya dari tambang saja tapi sektor lain juga dimaksimalkan karena masih banyak potensi yang bisa dimaksimalkan.

Kita punya gunung jugo yang ada patilasan watu lumpang sembilan lubang, watu kenong dan goa jugo disamping itu diareal petik kopi ada sisa benteng belanda yg masih kokoh juga ada potensi tempat ikan sidat berkembang biak, dibawah gunung sobluk juga ada danau yang eksotik, kita akan membuka tangan kepada seluruh pemangku kebijakan untuk memaksimalkan potensi yang ada agar ekonomi masyarakat makin meningkat, belum lagi bicara masalah gula merah yang banyak menjadi mata pencaharian penduduknya, gula merah kami belum tersentuh bahan kimia pungkasnya (red)