Tim Covid Hunter Lumajang Gencar Lakukan Operasi Yustisi

0
67

LUMAJANG – Petugas gabungan Tim Covid Hunter TNI-Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD dan Dinas Kesehatan gencar melaksanakan operasi yustisi, Kamis (22/7/2021) malam.

Operasi Yustisi tersebut dilakukan di sejumlah tempat keramaian, seperti cafe, tempat makan dan lainnya selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 Covid 19 di Kabupaten Lumajang.

Saat melaksanakan patroli wilayah Kota Lumajang dan Kecamatan Sukodono, Tim Covid Hunter mendapati warga berkerumun di sejumlah warung kopi dan cafe yang masih buka melewati batas pukul 20.00 WIB.

Saat itu pula, warga itu pun langsung diwajibkan mengikuti tes swab antigen ditempat oleh Tim Covid Hunter dan Dinas Kesehatan. Hasilnya, sebanyak 20 orang dilakukan swab antigen, satu diantaranya hasilnya positif.

“Hasilnya ada satu orang dinyatakan positif Covid-19, langsung dibawa ke Aula BKD Lumajang untuk dilakukan karantina mandiri,” ujar Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta, Jumat (23/7/2021).

Shinta mengatakan kegiatan semacam itu, akan terus dilakukan hingga berakhirnya PPKM Level 4 sampai 25 Juli 2021.

“Saya ingatkan kepada masayarakat yang masih berada di luar berkumpul, berkerumun di warung kopi, cafe, apalagi melewati jam malam pukul 20.00 Wib, akan dilakukan swab Antigen,” terangnya.

Menurutnya, hal itu menjadi upaya memberikan efek jera kepada masyarakat, agar tidak seenaknya nongkrong dan berkerumun hingga abai protokol kesehatan.

“kami meminta kepada masyarakat Lumajang untuk mematuhi PPKM Level 4 yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah. Semua kegiatan ini sudah diatur dalam Intruksi Mendagri harus kita patuhi bersama,” tambahnya.

Ia meminta agar warga terus melakukan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, ada atau tidak ada petugas.

“Dengan begitu, penyebaran Covid-19 dapat tertangani dengan baik. Sebab, penanganan tersebut membutuhkan kerja keras bersama seluruh komponen termasuk masyarakat,” pungkasnya. (duk/bam).