PASURUAN – Saluran pipa pembuangan limbah industri dari PT. Satoria Aneka Industri yang beralamatkan di jalan Raya Kejayaan-Purwosari Km 16 Kecamatan Wonorejo tersebut diduga kuat tabrak serta salahi aturan.
Dugaan bahwasanya pipa pembuangan limbah tersebut menabrak aturan lantaran pipa tidak dipendam dalam tanah dan hanya sebatas dipasang dibibir sungai kecil yang menutup sebagian besar median sungai yang sehari-hari dipergunakan oleh para petani.
Perlu diketahui bahwasanya PT. Satoria Aneka Industri membuang limbah industri mereka dengan melakukan pipanisasi menuju sungai besar yang menghubungangkan antara Desa Sambisirah dan Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan.
Pipanisasi pembungan limbah industri itu sendiri diketahui mengikuti aliran sungai kecil yang banyak digunakan petani setempat untuk keperluan bertani mereka.
Akan tetapi yang patut disayangkan serta diduga menabrak aturan karena pada saat musim hujan pipanisasi tersebut banyak dikeluhkan para petani lantaran air sungai meluber ke lahan mereka karena lebar sungai berkurang akibat adanya pipa tersebut.
“Sepanjang saluran irigasi yang mengaliri sawah petani baik petani jagung maupun petani padi itu ada pipa dari PT. Satoria Aneka Industri,” ujar salah satu petani yang enggan disebutkan namanya.
“Dulu pada saat pengerjaan pertama kali bilangnya ke para petani pipa itu akan di tanam di bawah saluran air irigasi namun kenyataannya pipa tersebut hanya di taruh di saluran irigasi sehingga jikalau turun hujan air meluber ke mana-mana dan tanaman kami otomatis rusak, kami merugi karena jagung dan padi para petani akan rusak bila di terjang air,” papar petani tersebut.
Kepala Desa Pakijangan Ferdy saat dikonfirmasi pada Hari Rabu (28/07/21) menyampaikan bahwa “pemasangan pipa di sepanjang saluran sungai yang menghubungkan dua Desa antara Desa Pakijangan dan Desa Sambisirah dirinya di saat itu belum menjabat sebagai kepala Desa Pakijangan,” ujar Kades Ferdy.
“beberapa petani sempat mengeluh serta melaporkan ke pihak Desa terkait pipa tersebut, kami selaku Pemdes sudah pernah mendatangi perusahaan dan pihak perusahaan berjanji akan segera melakukan perbaikan untuk dilakukan penanaman pada tahun ini,” lanjut Kades Ferdy.
Sementara itu, PT. Satoria Aneka Industri saat dikonfirmasi awak media terkait keluhan para petani tersebut enggan menerima dan hanya menyampaikan melalui security untuk membuat surat terlebih dahulu.
“Mohon maaf HRD perusahaan kami tidak dapat menerima/menemui para awak media, mohon untuk membuat surat terlebih dahulu biar manajemen mengagendakan untuk pertemuannya,” ujar kepala security PT. Satoria Aneka Industri Prayit. (por)

