Sejumlah Siswa Sekolah Di Lombok Tengah Terlibat Aksi Tawuran, Dinas Pendidikan Provinsi NTB Turun Tangan Damaikan Dan Dinginkan Suasana.

0
310

MATARAM — Sejumlah siswa dari SMAN 2 Praya dan SMKN 1 Praya yang terlibat tawuran dipertemukan. Kini persoalan itu telah berakhir damai.

”Kami sudah menerjunkan tim sekaligus berkoordinasi dengan kepala sekolah bersangkutan, untuk mengatasi persoalan ini,” tegas Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, di ruang kerjanya, kemarin (7/9).

Aksi kurang terpuji itu, terjadi sekitar pukul 11:00 Wita, Senin (6/9). Terjadi usai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas shift pertama. Lokasinya, tepat di depan salah satu ritel modern, di Tampar Ampar, Lombok Tengah.

Rupanya penyebab aksi kurang terpuji itu berawal dari persoalan pribadi antarsiswa dalam satu sekolah.

”Informasinya sih karena ada game online apa segala itu, saya ndak paham itu. Nah terjadilah perkelahian di dalam sekolah,” ungkapnya.

Mengetahui adanya kejadian tersebut, sekolah pada mulanya telah menyelesaikannya secara internal.

”Saat itu, sudah diselesaikan oleh guru BP, oleh wakasek kesiswaan dan kepala sekolah,” jelas Aidy.

Namun, aksi saling pukul dilakukan kembali di luar sekolah, dan merembet. Tentu dia menyesalkan hal ini bisa terjadi. ”Bagaimana pun ini tidak bagus, saya sangat sesalkan kejadian itu,” ungkapnya.

Koordinasi Tim Dikbud NTB dan kepala sekolah, telah menyepakati sejumlah hal. Diantaranya, kejadian serupa tidak boleh terulang lagi. Tidak boleh ada gerakan massa dari salah satu kubu karena sudah berdamai.

Yang paling penting, sekolah harus mengevaluasi dan mengatur kembali jam pulang sekolah.

”Kawasan Tampar Ampar ini memang zona padat. Jadi saya ingin semuanya diatur agar kejadian ini tidak terulang lagi,” kata dia.

Dia menegaskan kejadian tersebut juga menjadi pelajaran berharga, selama PTM terbatas SMA sederajat. Ia yakin, sekolah sudah menjalankan tugas dan kewajibannya, dalam melaksanakan prokes, sesuai daftar kesiapan.

”Sekolah sudah menerapkan itu, bisa dilihat bahwa anak-anak yang masuk sekolah pun, masih sebagian,” jelasnya.

Namun lagi-lagi karena sekolah tersebut berada di Tampar Ampar, yang memang dikenal sebagai zona padat sekolah.

”Pokoknya yang paling diatur adalah jadwal kepulangan siswa,” tandasnya.

Kepala SMKN 1 Praya Kasman mengatakan kini masalah telah usai.

”Kami sudah memanggil anak-anak yang terlibat dalam aksi kemarin dan orang tuanya. Mereka sepakat untuk kita berdamai, jangan ungkit lagi masalah kemarin,” pintanya.

Agar tidak terulang lagi, pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat. Rencananya diakan patroli saat kedatangan dan pulang sekolah.

”Di kawasan Tampar Ampar ini, ada madrasah, ada SMA, terus SMK jadi memang ini sangat padat. Jadi kami memohon kepada pihak kepolisian, Supaya Menjaga KAMTIBMAS di kawasan ini,” Tutupnya. (DHW/robhin)