PASURUAN – Komisi III DPRD Kota Pasuruan menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada dua proyek pada Selasa (21/9/2021). Salah satunya adalah proyek drainase dan pemasangan pipa yang dianggarkan oleh Pemerintah Kota Pasuruan.
Inspeksi itu dilakukan sebab diduga dikerjakan secara asal-asalan.
Proyek pemasangan pipa PDAM serta drainase peningkatan itu dikerjakan oleh CV Gendhis.
Menurut ketua Komisi III, Ismuhardiyanto, proyek drainase tersebut masih ada keterlambatan 12,5 persen.
Padahal, imbuh dia, seharusnya sudah mencapai 85 persen. “Namun hingga saat ini masih 72,5 persen yang perlu dikejar dan dikerjakan,” kata Ismu.
“Ada beberapa poin lagi, yakni terkait pembersihan dalam gorong gorong yang tersumbat tanah. Jadi aliran terhambat serta pemasangan udit yang ketinggian sehingga aliran berbalik arah dan bila perlu di bongkar kembali di ukur kemiringanya agar elefasi aliran bisa mengalir lancar,” imbuhnya.
Sementara itu, Abdul Ghofur juga menanyakan secara detail gambar elefasi setiap progres gambar pekerjaan yang mulai dari ujung hingga tingkat kemiringannya.
“Namun pihak kontraktor tidak bisa menunjukan gambar tersebut,” tukasnya. (tim)

