TIMIKA – Penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XX di Provinsi Papua khususnya Klaster Kabupaten Mimika menjadi ajang promosi produk produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), seperti produk olahan perikanan yaitu stik ikan manyung, makanan khas masyarakat Mimika.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Leentje Siwabessy, mengatakan salah satu sukses ekonomi di Kabupaten MImika adalah bidang ekonomi perikanan, pertanian, koperasi dan ketahanan pangan.
“Kami mencoba untuk mengangkat dan memperkenalkan produk-produk UMKM dari berbagai sektor seperti sektor perikanan, ini adalah UMKM di mana sektor perikanan itu kita tahu bahwa terbagi atas nelayan tangkap, nelayan pembudidaya ikan air tawar dan nelayan pengolah pemasaran,” ujarnya di Timika, Sabtu (25/9/2021)
Menurutnya, momen ini kebetulan melibatkan seluruh UMKM di sektor ekonomi sehingga ajang ini sebagai ajang promosi khususnya untuk makanan khas masyarakat Mimika yaitu stik ikan manyung, stik ini terbuat dari bahan baku ikan manyung yang lebih dikenal oleh daerah lain adalah ikan duri.
Ikan manyung ini memang banyak ditangkap oleh para nelayan asli di Papua namun jenis ikan ini belum dikenal oleh masyarakat luas, sehingga bagaimana supaya ikan ini bisa dikenal oleh masyarakat luas papua, salah satunya dibuatlah berbagai produk olahan yang berbahan baku dari ikan manyung seperti stik manyung dan abon ikan manyung.
“Setelah diolah menjadi stik dan abon ternyata rasanya enak, gurih dan bergizi tinggi.Hal inilah yang menjadi produk unggulan dari Mimika,” kata Lintje.
Lintje menambahkan, selain ikan manyung masih banyak lagi produk unggulan dariperikanan seperti pengolahan ikan asin. Ikan kakap putih barramundi, ikan kakap merah, udang dan kepiting.
“Produk ikan ini kami tidak bisa ikutsertakan dalam ajang promosi di PON XX Papua karena ada beberapa hal seperti ikan asin baunya yang menyebar. Sementara untuk ikan kakap putih, ikan kakap merah, barramundi, udang dan kepiting harus menggunakan aquarium sehingga butuh biaya yang lebih tinggi dan juga tempat ajang promosi ini harus steril,” tuturnya. (tim).
