Tim Satya Lencana Bersama Walikota Probolinggo Kunjungi Kampung Nila

407 0

PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin bersama tim penilai yang diketuai Kepala Biro Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Sekretariat Militer Presiden RI Brigjen TNI (Mar) Ludi Prasetyo, mengunjungi “Kampoeng Nila” di Kelurahan Sukabumi Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo.

Tampak juga dalam rombongan yakni Kepala Subdit Kawasan Khusus Lingkup 1 Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementrian Dalam Negeri, Nursyah Rizal, dan Kepala Sub Koordinator Subdit Zonasi Wilayah Timur, Direktorat Perencanaan Ruang Laut Kementrian Kelautan dan Perikanan Achmad Djaelani, pada hari Selasa (21/9/2021) lalu dengan agenda kunjungan lapangan tim penilai ke lokasi “Kampong Nila” Kelurahan Sukabumi.kecamatan Mayangan kota probolinggo.

Adapun tujuan tim penilai adalah sebagai dasar pengusulan pemberian penghargaan Satya Lencana Wirakarya bidang Pemerintahan Dalam Pengelolahan Pengembangan dan Pembangunan Kelautan di Kota Probolinggo Tahun 2021 dari Presiden Joko Widodo kepada Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin.

Turut mendampingi Wali Kota Probolinggo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setiorini Sayekti, PLT Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Aries Santoso, Kepela Dinas PUPR Agus Hartadi, S.H, M.Si, Kepala Bidang Perkim Abdul Kholiq, Koordinator Kota Syamsul Hadi Beserta Tim Kotaku, Camat, Lurah, BKM, LPM, Relawan dan Tokoh masyarakat setempat.

Selama Aktivitas kunjungan di “Kampung Nila” tim melakukan kunjungan pada beberapa sentra hasil pengembangan diantaranya, pertama; menuju ke lokasi UMKM Sabrina san Sumber Rejeki yang telah berhasil mengembangkan olahan produk kerupuk ikan Nila.

Dari pantauan dilapangan Tim penilai dan walikota Probolinggo tampak tertarik kepada beberapa pelaku usaha krupuk nila di Sukabumi.

“Kenapa ibu dan bapak membuat kerupuk nila? kok nggak bikin kerupuk yang lain,” tanya salah satu tim penilai.

“Karena yang dipanen di tambak ini ikan nila pak. Sekalian mengembangkan potensi sekitar dan mengambilnya tidak terlalu jauh,” jelas Sumiati, salah seorang pelaku usaha.

Diakui warga, dengan dibangunnya potensi kampung Nila ini bisa menambah sumber perekonomian warga.

“Alhamdulillah, dengan dibangunnya kampung nila ini oleh KOTAKU dapat memberikan tambahan penghasilan buat kami. Kami bisa bikin kerupuk nila dan mendapatkan pembinaan dari dinas,” papar Sumiati.

Ditambahkannya, kerupuknya juga terjual laris di toko-toko, karena banyak yang suka dengan rasanya.

Sementara itu, Lurah Sukabumi, Angga, menerangkan, melalui program Kotaku juga membangun sanitasi komunal dalam bentuk bio field.

“Sekarang permasalahan sanitasi pun sudah terlayani secara layak dan Alhamdulillah warga kita senang serta tidak ada lagi yang buang hajat sembarangan sebab dirumah masing – masing sudah memiliki WC,” ujarnya.

Abdul Kholiq, selaku Kabid Perkim memaparkan bagaimana pesisir pantai Mayangan menjadi daya tangkap pengunjung baik yang menuju Bromo, Bali maupun yang melintas di Kota Probolinggo.

“Yakni dengan pembangunan skala Kawasan di Kelurahan Mayangan ini,” terangnya.

Hingga saat ini, imbuhnya, kegiatan Skala Kawasan telah berjalan 10% dan akan menyusul anggaran tambahan yang diarahkan di simpang lima Kelurahan Mayangan dengan desain yang mencirikan kawasan pesisir pantai terintegrasi dengan ikon Kota Probolinggo yang tersambung dengan cagar budaya benteng, dan rencana pelabuhan internasional. Sehingga diharapkan mampu memberikan daya exotisme tersendiri sebagai potensi pengembangan destinasi wisata baru di Kota Probolinggo,” terang Abdul kholiq.

Setelah mendengarkan paparan serta mengetahui secara langsung keberadaan Kampung Nila, tim penilai menyatakan puas sambil menyampaikan salam semangat kepada audiens yang hadir di gazebo RTH KoTaku sambil menikmati hidangan makan siang dengan menu Ikan Nila.

“Tetaplah berkarya dan berinovasi untuk negeri tercinta ini,” ajak salah seorang tim penilai. (Ali)

Related Post