SIDOARJO – Adanya bantuan dari tokoh masyarakat untuk pembangunan Toilet dikawasan Candi Medalem tepatnya di-Desa Medalem Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo ini. Diduga tidak transparan.
Berawal adanya informasi dari warga sekitar kalau ada tokoh masyarakat memberi bantuan ke takmir, awak media GempurNews menggali informasi ke Samsul Muji warga RT. 06 RW. 02 yang kebetulan selaku Takmir Mushola di wilayah cagar budaya Candi Medalem Minggu, 28/5/22.
Samsul Muji selaku Takmir Mushola dicagar budaya Candi Medalem menjelaskan, kalau bantuan tersebut diserahkan ke kades Desa Medalem.
“Uang bantuan dari tokoh masyarakat itu sebesar 3,5 juta untuk pembangunan di tanah TKD yang kebetulan ada bangunan peninggalan Majapahit Candi Medalem, saya tidak berani menerima bantuannya mas, akhirnya saya serahkan bantuan tersebut ke Kepala Desa Medalem supaya dikerjakan sama pihak desa. Yaa.. apa kemauan yang memberi bantuan biar desa langsung komunikasi dengan yang memberi bantuan”. Kata Samsul dihadapan GempurNews

Diwaktu berbeda warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, kalau bangunan toilet ini tidak sesuai nominal bantuan dan dikerjakan sendiri oleh Santoso selaku kepala desa Desa Medalem.
“Orang yang membantu ini kecewa mas, uang bantuannya diterima kades dan dibangun sendiri sama orang terdekatnya, masa bangunan toilet 2 kamar ini menghabiskan biaya sampai 8 juta”. Keluh warga setempat dihadapan media GempurNews
Dengan adanya bangunan toilet di lokasi cagar budaya candi Medalem juga termasuk kawasan Tanah Kas Desa (TKD) tersebut. Awak media GempurNews menanyakan kewarga terkait pekerja bangunan toilet tersebut.
“Pemborongnya orang sini sendiri mas, tapi pekerja bangunannya tidak ada yang kenal sama sekali, bukan warga sini sendiri.” Jelasnya warga Desa Medalem
Masih kata warga setempat, ia menjelaskan terkait anggaran bangunan toilet tersebut, kalau saya yang membangun mas, perkiraan menghabiskan 5 juta lebih.” Pungkasnya
Dengan adanya bantuan pembangunan Toilet tepatnya di tanah TKD wilayah cagar Budaya Candi Medalem Desa Medalem Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gemas) Eko Imam Setiono angkat bicara, seharusnya bantuan sekecil apapun kalau masuk aset desa seharus dimasukkan dulu ke APBDes dan dimusyawarahkan, paling tidak ada berita acara sehingga tidak ada kesalahpaham terkait anggaran yang masuk didesa tersebut.
Dengan adanya bangunan toilet warga juga mengadu kesaya kalau bangunan toilet tersebut asal-asalan suatu contoh.
“Pasangan dinding bangunan yang memakai batu bata ringan langsung diplamir kata bahasa tukang bangunan, seharusnya di pelur atau (diplester).” Jelas Ketua LSM Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gemas) Eko Imam Setiono
Imam menambahkan terkait peraturan APBDes Nomor 6 Tahun 2021 tentang Anggaran Pendapatan Aset Desa.

“Mengacu Peraturan Desa Nomor 6 Tahun 2021 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa yang memuat sumber-sumber penerimaan dan alokasi pengeluaran desa dalam kurun waktu satu tahun. APBDes terdiri dari pendapatan desa belanja desa dan pembiayaan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan pemberdayaan masyarakat serta penanggulangan bencana, keadaan darurat dan mendesak. Desa yang ditetapkan oleh pemerintah Desa. Dan badan Permusyawaratan Desa,” tegas imam LSM Senior yang kritis sikapi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Dengan adanya bangunan toilet di tanah TKD tepatnya candi Medalem cagar budaya Desa Medalem Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, awak media GempurNews mencoba mengklarifikasi kebenaran dana bantuan dari tokoh masyarakat Senin, 31/5/22 pukul 11.00 Wib ditemui perangkat desa, dan mengatakan maaf pak lurah sudah keluar mas.
Awak media GempurNews mencoba meminta nomer telp Santoso selaku kades Desa Medalem, dan langsung menghubungi lewat telp seluler 2 kali, tidak diterima, awak media GempurNews mencoba menghubungi lewat jawaban pribadi ( japri ) di aplikasi WhatsApp. Alhasil langsung dibaca dan dibalas.
“Ya saya masih keluar ini pak”. Simpel jawaban dari Santoso kades Desa Medalem.
Awak media mencoba untuk bertemu agar pemberitaan berimbang dibalas dengan jawaban.
“Ya nanti kalau sudah pulang pak”. Pungkas jawaban Santoso kades Desa Medalem Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.
Diwaktu berbeda Santoso Kades Desa Medalem memanggil awak media GempurNews lewat telp aplikasi WhatsApp dan di warkop didekat rumahnya sekira pukul 13.30 Wib, menjelaskan terkait bangunan toilet ditanah TKD cagar budaya Candi Medalem Desa Medalem.
“Memang benar mas ada bantuan dari tokoh masyarakat, awalnya Samsul menginformasikan ada bantuan sebesar 3.5 juta, dan meminta untuk dikerjakan oleh pihak desa. Tidak lama tokoh masyarakat pun memberikan tambahan 5 juta, dan uang di Samsul (Takmir Mushola yang ada di Candi Medalem) diambil untuk dikasihkan kesaya jadi totalnya hanya 8.5 juta mas”. Jelasnya Santoso kades Desa Medalem
Masih kata Santoso, ia menambahkan kalau terkait dana bantuan dari tokoh masyarakat sebesar 8.5 juta masih kurang dan mencarikan buat tambahan sebesar 1 juta.
“Uang bantuan dari tokoh masyarakat itu masih kurang mas, saya cari-carikan uang 1 juta buat kekurangan bangun toilet, dan saya kasihkan cak Mus selaku pemborong”
Kalau masalah dana bantuan yang seharusnya masuk APBDes dan harus dimusdeskan dulu saya akui saya memang salah mas.
“Ini buat pengingat saya mas, saya terimakasih telah diingatkan.” Pungkas Santoso Kades Medalem. (Yuli)
