Anggota DPRD Barut Dapil I. Partai Gerindra, H.Tajeri Rseses di Dua Kelurahan

0
60

BARITO UTARA- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara, Daerah Pemilihan (Dapil) I Partai Gerindra H. Tajeri melaksanakan reses di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara (Barut) di hadiri Camat Teweh Tengah Jati Prayogo, Lurah Melayu, Lurah Lanjas, Ketua RT Lanjas dan Melayu, tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Organisasi masyarakat.

Reses yang dilaksanakan oleh Anggota DPRD Dapil I Kecamatan Teweh Tengah ini, di Aula serbaguna Barakati Jalan Pramuka, Juma’at (5/8/2022. Untuk menampung aspirasi masyarakat, dimana pada saat terjadinya wabah Covid-19 banyak permintaan masyarakat yang belum terealisasi oleh pemerintah daerah. 

“Banyak mendapat antusias terkhusus dari Ketua Rt. Karena yang di undang adalah Ketua Rt, Lurah dan Camat,” katanya.
H. Tajeri  Anggota DPRD Barito Utara wilayah pemilihan dapil I dari Partai Gerindra saat melaksanakan reses. 

Permintaan Lurah Lanjas ada juga beberapa Ketua Rt meminta reses dilaksanakan di ibu kota kecamatan. “Kenapa  reses biasanya dilaksanakan di tempat-tempat atau desa yang jauh dari Muara Teweh, tidak ada ketentuan dan tergantung pada orang per orang, dan insya Allah reses ke dua dan seterusnya akan kita laksanakan di ibu kota” katanya.

Dikatakannya, reses yang ini dilaksanakan oleh orang per orang dan tidak dilaksanakan perkelompok walaupun di dapil I ini ada 9 (Sembilan) Orang anggota DPRD. “Kita masing-masing melaksanakan  itu,” ucap H. Tajeri.

Tujuan utama dari dilaksanakannya reses ini adalah untuk menampung dan menyerap aspirasi dari pada masyarakat. “Intinya dari reses ini artinya kami menampung semua aspirasi yang ada dari masyarakat, terkhusus masyarakat Barito I, Dapil I. Karena saya juga kebetulan perwakilan Dapil Barito I,” tuturnya.

Ditegaskan Tajeri.Anggota DPRD, kami berdiri di beri tugas di DPRD itu sebagai wakil dari masyarakat. “Jadi tidak ada yang merasa di DPRD itu hebat, tidak, jadi kami ini wakil atau juga disebut pesuruh. Kalau tidak mau jadi pesuruh jangan mau jadi wakil rakyat, karena di pilih oleh rakyat, dan ini adalah amanah, kalau tidak di jalankan ya, konsekwensinya kalau tidak di dunia mungkin di akhirat,” terangnya.

Dia,menambahkan banyak hal tadi yang sudah kita dengarkan, permintaan, permohonan dan bahkan sudah ada yang 2 sampai 3 tahun permohonan itu tidak ada realisasinya, namun dalam hal ini kita sampaikan, kenapa hal ini tidak terealisasi karena keterbatasan anggaran tadi, disebabkan adanya Pandemi covid-19 yang sampai saat ini belum sirna. 

“Harapan kita, mudah-mudahan dan syukur di tahun  2022 ini di perubahan nanti, usulan-usulan sebagian dari masyarakat terkhusus usulan prioritas bisa kita akomodir,” cetusnya.

Sebagai contoh, menurut kita yang sangat emergenci adalah jembatan di Desa Lemo I. memang di Tahun 2020 sudah  Oke waktu itu dan dana sudah di siapkan,akan tetapi saat wabah covid-19 melanda. Bupati pun sempat memanggil, bagaimana mengatasi masalah itu. Mudah-mudahan ditahun 2023 misalkan anggaran cukup besar kemungkinan bisa tetlaksanakan, misalkan anggarannya kecil mungkin harapan kita di perubahan ini di realisasikan,” imbuhnya.

Dengan berakhirnya pertemuan dalam reses ini, mengenai aspirasi dan usulan dari beberapa Rukun Tetangga (Rt) dan Warga, kemudian nantinya akan ditindak lanjuti di reses masa sidang ke tiga pada akhir bulan November- Desember. “Yang paling penting adalah di masa reses ke dua ini, karena berkaitan dengan pembahasan ABPD Tahun 2023,” jelas Tajeri.  (SS).