Peringati HUT Kemerdakaan ke 77, Kades Sedenganmijen Adakan Tasyakuran Dan Doa Bersama

357 0

SIDOARJO – Setiap tanggal 17 Agustus selalu dijadikan bulan yang meriah untuk merayakan HUT RI di berbagai penjuru Indonesia bahkan di luar negeri.

Warga masyarakat sangat antusias untuk menyambut dan merayakan HUT RI dengan berbagai macam kegiatan di seluruh pelosok negeri.

Untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan RI, di berbagai daerah diselenggarakan berbagai acara dan lomba baik untuk anak-anak dan dewasa.

Seperti yang dilakukan M. Hasanuddin, S.Ag. Kepala Desa Sedengamijen, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Ia menyambut HUT Kemerdekaan republik Indonesia ke 77. bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Karang Taruna dan semua masyarakat Tasyakuran dan Doa Bersama dihalaman Desa Sedenganmijen dengan Selasa, 16/8/22

Sebelum acara Malam Tasyakuran dan Doa bersama dibuka lantunan Terbang Syalawat Banjari Keris Fatih berkumandang dengan hadirnya warga RT 07, 08, 09 RW 03 berjalan membawa sang Bendera Merah Putih sepangajang 360 meter sambil mengumandangkan kemerdekaan “MERDEKA MERDEKA MERDEKA” menuju Balai Desa Sedenganmijen.

M. Hasanuddin, S.Ag Kepala Desa Sedenganmijen, diawal sambutannya dengan semangat mengumandangkan kemerdekaan republik Indonesia ke 77.
“Merdeka Merdeka Merdeka”

Hasanuddin mengingatkan kewarganya, dengan mengatakan merdeka saja kok sulit benar. Dulu para pejuang pahlawan kita ini bondo nyowo, kadang pulang tinggal nyawa.” Ingatnya Hasanuddin kewarganya.

Sambil menanyakan kehadiran warganya, Hasannudin menginginkan banyak warga Sedenganmijen hadir dalam memperingati kemerdekaan HUT ke 77 dengan Tasyakuran dan Doa bersama agar pahlawan indonesia yang didoakan lebih Mustajabah.

“Saya ingin pahlawan kita ini didoakan lebih mustajabah kalau 40 warga mustajabah, tambah 40 warga lagi tambah lagi tambah lagi lebih mustajabah, Insyaallah.” Kata Hasanuddin Kades Desa Sedenganmijen.

Saya memaklumi dan memahami kepada bapak ibu semua, betapa dalam menghadapi hari ulang tahun republik Indonesia, pada tanggal 16 Agustus ini, saya dengan bapak ibu semuanya sejak pagi mempersiapkan sepenuhnya, dimasung masing RT, atau masing-masing RW semuanya, tadi habis Maghrib melaksanakan Bari’an, bancaan, tasyakuran dan doa bersama,” tambah Hasanuddin.

Masih kata Hasanuddin, dalam kegiatan ini rasanya capek sekali, lebih capek lagi yang bawa bendera, yang bawa bendera tadi sudah pulang belum, semangat yaa, kemarin memberitahukan ke RT-RW agar kegiatannya barik’an (hajatan) memperingati kemerdekaan agar setelah Maghrib, agar setelahnya bisa ikut menyemarakkan atau doa bersama dan tasyakuran di balai desa bersama-sama.” Kata Hasanuddin

Kemerdekaan ini sebuah hal yang mudah, perlu kita melihat dan membaca sejarah, jangan melupakan sejarah, pesannya bung Karno, Jas Merah atau Jangan Sampai Melupakan Sejarah.

Saya dengan bapak-bapak ibu-ibu kalau tidak pernah membaca, tidak akan pernah tahu sejarah dan memahami sejarah bangsa kita, bahwa bangsa kita ini kemerdekaan kita ini, tidak luput dari perjuangan para alim para ulama, tokoh-tokoh Agama, Ulama-ulama pondok pesantren dan sebagainya, karena saat itu yang paling mempunyai sebuah sosok yang diyakini masyarakat itu adalah ulama, sampai bung Karno untuk mempersiapkan perang merebut kemerdekaan ini, iya meminta petunjuk ke Almaghfurlah Mbah Kyai Hasim Ahsyari,” kata Hasanuddin

Pada saat pekik bung Tomo, dengan menyebut asma Allah “Allah Huakbar Allah Huakbar Allah Huakbar” itu ijaaah dari Mbah Kyai Subeki, bukan hanya Bung Tomo yang mendapatkan ijasah dari Mbah Kyai Subeki, Jenderal Sudirman pun demikian juga, ketika beliau melaksanakan perang gerilya, Jenderal Sudirman pun mendapat ijasah dari Mbah Kyai Subeki untuk menjaga wudhunya, maka dalam keadaan sakit pun jenderal Sudirman berperang bergerilya dengan ditandu.

Oleh karena itu, tetap membangun desa kita adalah bagian dari bangsa kita, maka bangsa yang baik terdiri dari Desa, Kecamatan, Kabupaten yang baik juga, oleh karenanya Desa yang baik terdiri dari RT yang baik,” Pungkas Hasanuddin. (Yuli)

Editor : dhw_robhin

Related Post