Pemerintah Desa Sumbergondo Upayakan Masyarakatnya Segera Miliki Identitas Kependudukan Digital

Posted on at 13:59
437 0

Gempurnews.com–Banyuwangi. Berbagai upaya gencar dilakukan Pemerintah Desa Sumbergondo guna memastikan masyarakatnya memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Hal ini disampaikan Kepala Desa Sumbergondo Noerman Iswandi melalui Kasi Pemerintah Desa Sumbergondo Rohimatun, Selasa (28/03/2023).

“Program terbaru saat ini yang dicanangkan ibu bupati yaitu Identitas Kependudukan Digital (IKD), sesuai arahan Bupati untuk semua penduduk kabupaten Banyuwangi yang telah memiliki E-KTP agar segera mengakses aplikasi IKD.” Pungkasnya.

Menyikapi hal itu kini Pemerintah Desa Sumbergondo tengah gencar melakukan sosialisasi. Selain itu untuk memastikan masyarakatnya segera memiliki IKD, setiap pelayanan yang diberikan langsung di desa, mewajibkan masyarakat untuk mengakses aplikasi IKD.

“Kita upayakan untuk masyarakat yang mengakses pelayanan di desa wajib mendownload aplikasinya, selain itu kami gencar melakukan sosialisasi ke kader-kader, bahkan ditingkatkan RT/RW kita juga memanfaatkan group WhatsApp maupun Smart Kampung yang ada.” Ujarnya.

Digital ID atau Identitas Kependudukan Digital sejatinya merupakan salah satu inovasi Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri untuk digitalisasi dokumen kependudukan yang saat ini digunakan oleh penduduk Indonesia ke dalam handphone baik itu berupa foto, ataupun QR Code. 

“Bicara fungsi melalui aplikasi IKD, masyarakat nanti dapat mengakses ID dokumen kependudukan pribadi secara digital. ID dokumen tersebut seperti, kartu keluarga, akta kelahiran, akta nikah, akta perceraian, akta kematian, sertifikat Vaksin, bahkan NPWP dapat terekam lengkap dan tersimpan rapi didalam genggaman sehingga hal ini memberikan kemudahan jangkauan bagi masyarakat.” Paparnaya.

Selain itu manfaat langsung aplikasi Identitas Kependudukan Digital, warga dapat mencetak sendiri dokumen kependudukan yang dibutuhkan.

Kepada awak media Rohimatun juga menambahkan, bahwa tidak semua usaha bisa berjalan mulus, minimnya pemahaman masyarakat pedesaan terhadap teknologi terutama usia lansia menjadi kendala pemerintah desa, namun pihaknya akan tetap berusah sembari menunggu arahan lanjutan dari pihak-pihak terkait.

“Tidak semua masyarakat paham IT mas ya, dan tidak semua masyarakat memiliki smart phone, utamanya lansia, itulah yang mungkin akan jadi kendala kami, tapi kami optimis pasti nantinya ada solusi, sembari menunggu intruksi lanjutan dari pihak terkait.” Imbuhnya. (*/Sgt)

Related Post