JEMBER- Musim hujan tahun lalu berintensitas tinggi memicu parapet sungai bondoyudo dan trototar jembatan Keting arah Desa Padomasan Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, ambrol.
Jalan kabupaten di pinggiran sungai bondoyudo itu sekaligus jalan tembusan Padomasan – Sumberbaru yang mana akses jalan sangat ramai di lalui kendaraan roda 4 atau sepeda motor yang lebih utama lagi setiap pagi sampai sore di lalui anak anak sekolah yang menuju yosowilangun maupun lumajang.
Parapet yang utara Jembatan Keting arah Desa Padomasan Ambrol pada tahun lalu sepanjang 14 meter yang mana sangat membahayakan pengguna jalan maupun anak sekolah, Memang benar mas, Tangkis atau Parapet sungai bondoyudo itu sudah jebol tahun lalu dan sampai sekarang belum di perbaiki oleh pihak pengairan provinsi ataupun yang terkait. Ucap Jono warga padomasan yang setiap hari mengais rezeki di pinggir jalan.
“Maka pengguna jalan harus ekstra hati-hati karena lokasi Ambrolnya parapet itu mepet dengan badan jalan desa”.
Sementara itu media mengkonfirmasi KORSDA KENCONG Umar Basar di kantornya Yang Ambrol adalah parapet dan trotoar, sungai bondoyudo dan kami minta segera ditindak lanjuti oleh Balai besar brantas dan kami sudah kordinasi dengan pihak terkait keselamatan pengguna jalan.Imbuhnya
Akhirnya masyarakat sekitar Ambrolnya parapet melakukan penanganan sementara terkait itu, yakni memasang pagar bambu ala kadarnya.
Sandbag (karung pasir) tidak tampak dipasang di pinggir parapet sehingga membahayakan anak sekolah juga pengguna jalan lainnya.
Kemanakah pihak ( BBWS ) Balai Besar Wilayah Sungai Brantas selama ini……..??? (jen)
Editor : dhw_robhin
