HomeJawa TimurBanyuwangiInovasi Program Bantuan Tondo Roso, Wujud Upaya Pemdes Gambiran Dalam Mendukung Pemulihan...

Inovasi Program Bantuan Tondo Roso, Wujud Upaya Pemdes Gambiran Dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Gempurnews.com – Banyuwangi. Mengacu pada instruksi pemerintah terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) utamanya pascapandemi covid-19. Pemerintah Desa Gambiran kecamatan Gambiran salurkan Bantuan Tondo Roso kepada 30 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Produktif di Balai Desa Gambiran, Kamis (15/06/2023).

Program Bantuan Tondo Roso sendiri merupakan program inovasi Desa Gambiran yang mengimplementasikan program Kanggo Riko yang menjadi program andalan pemerintah daerah Banyuwangi dimasa pandemi covid-19. Hal ini disampaikan Kepala Desa Gambiran, H. Eko Hadi Rianto melalui Sekertaris Desa Gambiran, Binar Cahya Putra.

“Program inovasi ini murni hasil pemikiran kepala desa yang mengacu pada program pemerintah pusat terkait Pemulihan Ekonomi Nasional, mengingat pandemi sudah mulai melandai jadi kita mencoba mengimplementasikan program Kanggo Riko ini, jadi kita lanjutkan, kita adopsi programnya, kita kemas kembali menjadi program Tondo Roso. Untuk mekanisme hampir sama namun yang membedakan nilainya lebih kecil dikarenakan agar dapat mencakup lebih luas.” Pungkasnya

Advertisement

Sekitar 30 UKM dari empat dusun menerima bantuan barang dengan jumlah nominal sebesar Rp 1.500.000,- nominal itu belum termasuk potongan pajak. Masing-masing penerima tidak mendapatkan bentuk barang yang sama, mengingat masing-masing bantuan menyesuaikan kebutuhan usaha.

“Adapun penyerahannya dalam bentuk barang, yang semua sudah didata sesuai kebutuhan masing-masing usahanya, adapun jumlah sebesar Rp 1.500.000,- belum terpotong pajak.” Ujarnya.

Binar juga menyampaikan, pihaknya berharap jumlah bantuan tidak hanya dapat membantu namun juga dapat meningkatkan usaha Kecil dan Menengah di desanya.

“Ya kami pihak desa berharap dengan adanya inovasi bantuan Tondo Roso ini, masyarakat yang menerima bantuan dapat mempertahankan usahanya bahkan kalau bisa meningkatkan usaha mereka. Ya tidak menutup kemungkinan kedepan program inovasi ini tidak hanya berkelanjutan, namun dapat berkembang dengan adanya inovasi-inovasi baru ditahun-tahun mendatang.” Papar Binar kepada awak media Gempurnews.

Berkaitan mekanismenya, Binar menjelaskan berbagai proses yang dilakukan, dari perencanaan, pendataan, verifikasi telah dilaksanakan dengan menerjunkan satgas pemburu kemiskinan. Bahkan sebelumnya dalam perencanaan pihaknya telah membangun komunikasi dengan pendamping desa, kecamatan hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM). Begitupun sebelum adanya penyaluran pihaknya telah melakukan Sosialisasi guna memastikan bantuan telah tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penerima.

“Untuk mekanismenya kita mulai dari perencanaan, membangun komunikasi dengan pendamping desa, kecamatan hingga pihak DPM, setelah itu ternyata memang program ini sesuai dengan pemberdayaan ekonomi sehingga kita langsung melakukan pendataan, verifikasi hingga sosialisasi dan yang saat ini dilakukan yaitu penyerahan.” Terangnya.

Binar juga menambahkan, berkaitan dengan kriteria desa telah menentukan UKM yang layak untuk menerima bantuan adalah usaha kecil yang telah berjalan sutu tahun.

“Untuk kriteria kita utamakan usaha kecil UKM bukan UMKM. Ya, karena kalau UKM itu lebih pada usaha kecil, untuk syaratnya minimal telah berjalan satu tahun atau lebih, karena kriteria itulah yang paling rentan untuk tetap bisa bertahan dalam masa pemulihan ekonomi seperti saat ini.” Imbuhnya.

Suharni salah satu UKM penerima bantuan peralatan laundry turut mengapresiasi kinerja pemerintah desa, dirinya mengaku merasa senang dan berharap bantuan itu dapat membantunya dalam mengembangkan usahanya.

“Ya, saya berterimakasih banyak dengan program inovasi desa Tondo Roso ini, semoga desanya diberi kelancaran sehingga kedepan dapat berkelanjutan.” Tandasnya. (*/Sgt)

RELATED ARTICLES

Most Popular