Lumajang, Gempur News,co id /Hari ini Gerimis membasahi Bumi Perum Grenland – Sukodono – Sumberejo – Lumajang,pada hari sore Minggu (7 Januari 2024) Jam 15.00Wib, disebuah sanggar Kerajinan Topeng Kaliwungu, kabupaten lumajang.
Dimana sanggar tersbut sudah hampir 2 tahunan memproduksi kerajinan Topeng, untuk kebutuhan Tari, Tarian Edukasi dan pendidikan sebagai pameran dan lain – lainnya.
Didalam Pembuatan sebuah topeng maksimal 2 sampai 3 Buah Topeng- tiap harinya, Bapak Fatkhur sang pengrajin di bidang topeng tersebut, karena betul-betul mengedepankan
Kwalitasnya dalam produksinya secara bertahap, satu persatu yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian juga ketelitian dalam memproduksi topengnya.
disaat musim penghujan seperti saat ini hanya mampu memproduksi 3 sampai 5 Hari untuk bisa produksi dengan kwalitas yang terbaiknya dalam satu Minggu, harus menyiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu mulai cetakan kertas,untuk di jadikan adonan, agar bisa memproduksi yang cukup berkualitas tinggi
Yang dilakukan untuk pertama kalinya yaitu dicetakan secara kasar dahulu, kemudian di haluskan sehalus mungkin dan untuk yang terahir dikeringkan dahulu kemudian dilakukan finishing atau pemberian warna supaya lebih terlihat lebih bagus
Selanjutnya menurut Bu Silvi sebagai istri dari Bapak Fatkhur selaku pengrajin
“Awalnya kami lakukan Rampelas 150,sebagai dasar dilakukan hingga 2 kali, penggosokan kemudian, terus kami lanjutkan dengan Rampelas yang kesekian kalinya agar lebih halus semakin halus, kami sengaja membuat topeng Kaliwungu agar memilki kualitas terbaik,” Tuturnya
Kami awali memproduksi topeng kali wungu ini, dari keturunan dan kami tinggal melanjutkan saja dulu pertama yang bikin kerajinan topeng tersebut adalah mbah Nimo, yang berasal dari madura Mbah Nimo ini adalah Pencipta topeng Kaliwungu”.
Mbah Nimo adalah Seniman Asli dari Madura, dulunya mbah nimo adalah pemain topeng gettak Asli kesenian dari Kepulauan Madura, kemudian mbah nimo menikah dengan Wanita dari Kaliwungu – Lumajang,
Akan tetapi sempat beberapa tahun fakum kemudian Mbah Nimo ikut kesenian lodrok di Kaliwungu, kemudian mbah nimo bikin Topeng, dengan harapan topeng-topeng tersebut diterima oleh etnis desa Kaliwungu,
kesenian Mbah Nimo ada begitu banyak fersi dari gerak dan tari memiliki ciri Khas tersendiri yaitu tari Topeng.kaliwungu Menurut penuturan Bu Silvi sepeninggal “Mbah Nimo pada tahun 2000,an”, Dilumajang ini banyak tari topeng bermunculan namun aslinya milik mbah nimolah. Penggagas dan penciptanya,”
(S. Efendi).






