
Pemkot Surabaya Siapkan Ragam Kegiatan Keagamaan Libur Ramadhan 2025
SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan ragam kegiatan keagamaan bagi para siswa, baik tingkat SD dan SMP selama libur maupun masuk sekolah pada bulan ramadhan atau puasa.
Hal tersebut bertujuan untuk memberikan kegiatan yang bermanfaat bagi para siswa, selama bulan ramadhan. Tidak hanya bagi siswa muslim, pemerintah kota juga melalui dinas pendidikan kota, menyiapkan kegiatan keagamaan bagi siswa non muslim selama libur ramadhan 2025.
Sebelumnya, surat edaran bersama (SEB) tiga menteri yang mengatur libur ramadhan 2025, sekaligus kegiatan pembelajaran selama bulan puasa sudah terbit.
Dalam surat keputusan itu disebutkan, para siswa belajar di rumah selama sepekan pertama bulan ramadhan, yakni 27 Februari hingga 5 Maret 2025. Sementara pada pekan berikutnya, pembelajaran di sekolah tetap berjalan.
Disebutkan juga bahwa, libur sekolah saat Idul Fitri akan berlangsung selama dua pekan, yakni 26 Maret sampai dengan 8 April 2025. Siswa kemudian mulai masuk sekolah kembali pada 9 April 2025.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, liburan sekolah ini masih menunggu surat edarannya. Menurutnya, liburan sekolah itu bukan liburan yang seperti liburan di rumah saja.
“Meskipun liburan sekolah ya harus tetap ada kegiatan keagamaan. Misalnya, yang Islam ya ke pesantren, yang kristen ke gereja, yang Hindu Budha ke pure atau ke tempat tempat ibadah lainnya. Agar anak anak punya kegiatan dalam keagamaan,” ujarnya, Kamis (23/1/2025).
Pemerintah Pusat telah mengeluarkan surat edaran mengenai pembelajaran di bulan ramadhan tahun 2025, yang memutuskan pembelajaran diawal bulan ramadhan bagi siswa sekolah, berlangsung di rumah mulai 27 Februari hingga 5 Maret 2025. Dilanjutkan dengan pembelajaran di sekolah mulai 6 hingga 25 Maret 2025.
Sementara untuk libur bersama Idul Fitri, dimulai 26 Maret hingga 8 April 2025. Kebijakan ini ditanggapi positif oleh sekolah, karena dibandingkan tahun-tahun sebelumnya juga hampir mirip.
Mukhammad Usman, Kepala SMA Negeri 16 Surabaya mengatakan, tahun sebelumnya biasanya diawal bulan ramadhan juga libur, namun waktunya singkat.
Sedangkan untuk pembelajaran di sekolah, durasi jam pelajaran juga akan berkurang, namun usai jam pelajaran siswa yang beragama muslim harus mengikuti pondok ramadhan dan siswa non muslim harus mengikuti kegiatan bimbingan rohani dan keagamaan.
“Menindak lanjuti surat edaran bersama terkait libur awal puasa, kita sangat mendukung sekali, dimana libur awal puasa tanggal 27, 28 kemudian kemudian dilanjutkan 3,4,5 Maret 2025,” kata Usman.
Ia menambahkan, peserta didik diharapkan pembelajaran dilakukan di rumah dengan pengawasan dari orang tua. Selain itu sekolah juga memberikan tugas untuk dapatnya dilkerjakan oleh peserta didik selama liburan sekolah. (red)









