BONDOWOSO GARDANUSANTARA NEWS.COM
Pemerintah yang saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menaruh aspek ketahanan pangan sebagai prioritas utama penunjang terwujutnya swasembada pangan.
Demi ikut serta dalam suksesi ketahanan pangan dimaksud, Sosok petani muda Surahmad (40th) bersama anggota kelompok tani Mantep Desa Tegal Pasir kecamatan Jambesari Darus Sholah kabupaten bondowoso menciptakan pompa air berbahan dasar limbah pompa air rumah yang dimodifikasi sehingga bisa memompa dan mengalirkan air sehingga bisa mengairi lahan pertanian
dengan debit yg cukup besar.
Awalnya ide ini timbul dari rasa iba pada teman-teman petani, saat tiba musim kemarau banyak yang gagal panen karena tanamannya tidak mendapatkan air irigasi yang cukup” ujar surahmad”
Proses eksperimen dilakukan dengan berbagai macam tantangan ditengah keterbatasan, mulai dari biaya,kajian ketersediaan air tanah, pengeboran,daya hisap dan juga energi listrik penggerak pompa.
Dari tahun 2019 kami terus melakukan improvisasi pada semua aspek sehingga ditemukan formulasi yg tepat pada semua komponen,mulai dari sumberdaya air, kekuatan pompa dan konsumsi energi listik. Sehingga ditemukan komposisi yg tepat dan sudah 3 tahun terakhir petani di desa tegal pasir telah menikmati manfaat” tandasnya”
Menurut Surahmad, dalam perspektif ekonomis ada disparitas yang cukup jauh penggunaan pompa ciptaannya dibanding memakai pompa air mesin yang menggunakan BBM, jika menggunakan pompa listrik tersebut petani bisa berhemat hingga 80% biaya dibanding pompa mesin BBM.
Dilain sisi salah satu petani yang juga penggagas pompa air, Abdul gafur (50th) menceritakan banyaknya petani yg saat ini sudah tidak bergantung pada air irigasi teknis terjadwal yg debitnya tidak bisa mencukupi untuk mengairi semua areal di desa Tegal Pasir.
Saat ini sudah banyak petani yang tanam padi lebih dari satu musim, yang sebelumnya hanya bisa tanam hanya satu musim. bahkan ada sebagian lahan yg dulu hanya tadah hujan saat ini bisa tanam padi” ujar Gafur”.
Disinggung atensi pemerintah pada upayanya, Gafur berujar bahwa sejauh ini semua dilakukan secara mandiri dan swadaya oleh sesama petani setempat.
Andai yang kami lakukan ini mendapat atensi dari pemerintah,tentunya kami sangat bersyukur. Karena semua upaya yang kami lakukan telah maksimal dan kami tentunya banyak keterbatasan” Pungkasnya”(421).






