
Sinergi dan kolaborasi kunci sukses swasembada pangan
Pemerintah pusat saat ini sangat gigih mewujudkan ketahanan pangan nasional untuk menciptakan swasembada pangan, besarnya komitmen yang diberikan harus mampu di kelola dengan baik oleh seluruh pihak terkait baik pusat maupun daerah.
Terkait hal tersebut Polres Lumajang menggelar Kegiatan panen raya Jagung serentak tahap l di dusun Joho, desa Pasirian, kecamatan Pasirian, kabupaten Lumajang, dipimpin langsung kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar SIK SH MH. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan seluas 1 hektare dan merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan tahun 2025, Hari Rabu (26/02/2025).
Alex Sandy mengatakan, bahwa panen raya Jagung serentak ini adalah mendukung Swasembada Pangan 2025. “Kegiatan panen raya jagung serentak ini adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap program Asta Cita Pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional”, ujar Alex Sandy saat ditemui di lokasi panen.
Sebelum kegiatan panen dimulai, Kapolres Lumajang bersama Wakapolres Kompol A Rizkiy Fardian Caropeboka SIK M Si dan pejabat utama (PJU) Polres Lumajang, serta HKTI DPC Lumajang, Forkopimca, Kepala Desa Pasirian, UPT DKPP Kecamatan Pasirian, PPL desa Pasirian, tokoh agama, dan tokoh masyarakat desa Pasirian, mengikuti pengarahan gugus tugas ketahanan pangan oleh IRWASUM Polri, Komjen Pol Drs Dedy Prasetyo SH MH melalui Zoom meeting terpusat.
“Pengarahan dari IRWASUM Polri sangat penting untuk memberikan pedoman dan arahan yang jelas dalam mendukung program ketahanan pangan nasional”, ungkap Alex Sandy.
Ia menambahkan institusi Polri tidak akan merubah cultur pertanian yang ada di Lumajang akan tetapi kami akan menyempurnakan hal hal yang kurang saat ini.
Hal tersebut tidak akan terlaksana dengan baik jika semua pihak saling sinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkannya, ujar Iskhak Subagio, SE selaku Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DPC Lumajang saat di wawancarai di lokasi panen jagung Tahap I yang di gelar Polres Lumajang. Ia menambahkan tanpa dukungan semua pihak sesuai tugas pokok dan fungsinya maka pencapaian swasembada pangan akan mudah dilakukan.
Bicara pertanian tidak akan selesai kalau hanya dibebankan pada Dinas Pertanian saja, karena petani butuh dinas lain, misalnya kelancaran irigasi tugas dari dinas PU, ketersediaan sumber air ranah dari dinas Lingkungan Hidup, untuk pemasaran diperlukan dinas perdagangan, untuk kesehatan pangan ranah dari Dinas Kesehatan, sedangkan fungsi TNI dan POLRI membantu mengawal agar peogram yang ada bisa terlaksana tanpa kendala.
Saat ini harga gabah masih dibawah harga dasar yaitu Rp. 5.500- Rp. 6.200, hal ini di sebabkan kualitas gabah yang dihasilkan jauh di bawah standar, tingginya curah hujan berakibat kadar air pado sangat tinggi, di sisi lain hampa dan kotoran padi cukup dominan akibat terganggunya serapan nutrisi akibat cuaca ekstrim, kedepan harus di cari solusi agar pola tanam dan tata tanam kita bisa menghindari kondisi cuaca ekstrim. Bagi kami saat ini yang paling penting adalah para petani bisa meningkatkan hasil panennya dengan cara cara yang murah sesuai ilmu pertanian yang ada dan mengarahkan petani paham akan kesehatan tanah dengan menerapkan pertanian yang ramah lingkungan, mustahil apa yang kita tanam hasilnya akan maksimal jika tanah yang dijadikan media tanamnya tidak sehat atau rusak dan bertani itu bukan berdasarkan kebiasaan tapi berdasarkan ilmu pengetahuan yang memadai (manda-ER)









